YOGYAKARTA, fornews.co – Setelah beberapa waktu lalu menjadi kota penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 massal bagi tenaga kesehatan dan tercatat sebagai Rekor MURI, kali ini Yogyakarta kembali dipilih Kementerian Kesehatan sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi massal tahap II.
“Rencananya tanggal 1 Maret 2021 akan dilaksanakan vaksinasi Covid-19 di Pasar Beringharjo untuk pedagang pasar. Vaksinasi yang dilakukan sesudah Nakes adalah para Lansia di atas 60 tahun dan petugas publik, selain itu sekitar 15% lebih Lansia di Yogyakarta akan menjadi prioritas untuk divaksinasi,” ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Plt Kepala Badan PPSDM Kemenkes Kirana Pritasari, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY Pembajun Setyaningastuti usai mengunjungi lokasi persiapan untuk vaksinasi massal Covid-19, Senin (22/2/2021).
Menurut Menkes, petugas publik merupakan definisi yang memiliki pekerjaan sehari-hari berhadapan dengan banyak orang.
“Di pasar ini, (pedagang) banyak ketemu orang atau langganan sehingga berisiko tinggi terpapar, untuk itu menjadi prioritas diberi vaksinasi,” katanya.
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, rencananya semua yang di Pasar Beringharjo akan divaksinasi. Tidak hanya di Pasar tetapi juga PKL, pelayan umum dan orang-orang yang beraktivitas di sekitar Pasar juga ikut divaksinasi. Direncanakan pelaksanaan vaksinasi 1 sampai 5 hari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY Pembajun Setyaningastuti menerangkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan vaksinasi massal dengan sasarannya mencapai 19.897 orang terdiri dari PKL Pasar Beringharjo 8.144 orang, PKL di Malioboro dan alun-alun 2.600 orang, pegawai dan pemilik toko sekitar Tugu 9.153 orang.
Untuk pelaksanaan vaksinasi massal tahap II di DIY, Pemda menyiapkan 280 petugas tenaga kesehatan yang akan dibagi menjadi 20 tim untuk melakukan vaksinasi bagi 3.200 orang per harinya. Pelaksanaan vaksinasi akan difokuskan di tiga tempat pelaksanaan yakni tempat parkir Abu Bakar Ali dekat Malioboro; Pasar Beringharjo; dan Benteng Vredeburg, mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB setiap hari.
Pendataan sasaran vaksinasi dilakukan melalui koordinator masing-masing seperti buruh gendong, andong, becak, bentor, dan lain-lain. Berdasarkan data dari koordinator tersebut, akan dibuat jadwal vaksinasi sehingga akan ada pendekatan secara langsung.
“Terkait KIPI, setiap harinya pasti akan ada petugas di masing-masing spot untuk bertanggung jawab kepada kejadian-kejadian selama kegiatan. Selain itu disiapkan RS besar yang punya mini ICU siap mengawal kalau ada KIPI di lapangan,” tutur Kadinkes. (ije)

















