PAMEKASAN, fornews.co – Tandang ke markas Madura United musim ini bagi Sriwijaya FC seperti laga reuni. Selain pemain bertemu rekan yang dulu membela klub yang sama, laga ini juga mempertemukan kembali Rahmad Darmawan dengan Zah Rahan Krangar yang pernah bahu membahu membawa Laskar Wong Kito meraih masa keemasan.
Momen pertemuan keduanya di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (6/4) sore cukup mengharukan. Bersalaman dan berpelukan hangat, keduanya seperti bapak dan anak yang sudah lama tidak bertemu.
“Zah Rahan lama bersama saya. Saat bersama saya di SFC, Zah Rahan dapat 4 Piala, 1 liga dan 3 Copa. Saat saya melatih di Malaysia ketemu lagi dengan Zah Rahan. Saat itu tim dia Felda United bertemu tim saya T-Team di semifinal Malaysia Cup dan saling mengalahkan,” ujar Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, Jumat (6/4) sore.
Menurut RD, Zah Rahan merupakan pemain yang komplet. Selain tipikal pemain yang pintar, Zah Rahan pun sosok yang sangat humble. Meski demikian, RD menilai kemampuan Zah Rahan imbang dengan pemain yang dimiliki SFC sekarang yaitu Makan Konate. “Imbang (Zah Rahan) dengan Konate. Jadi laga besok akan ramai,” kata pensiunan perwira menengah TNI AL ini.
Meski menilai Zah Rahan pemain yang sangat berbahaya, namun RD memastikan tidak akan menginstruksikan pengawalan khusus terhadap mantan anak asuhnya itu.
“Kita secara kolektif perhatikan Zah Rahan. Bingung juga soalnya, pegang Zah Rahan ada Greg, pegang Greg ada Nurcahyo, ada Bayu Gatra, Beto. Wah akeh mas,” seloroh RD.
Gelandang Sriwijaya FC Makan Konate mengapresiasi penilaian sang pelatih. Dibandingkan dengan sosok Zah Rahan membuatnya bangga. Oleh karenanya, untuk menyamai level Zah Rahan, Konate akan bekerja keras di setiap pertandingan untuk membantu kesuksesan SFC seperti masa diperkuat salah satu legendanya itu.
“Saya respect dengan Zah Rahan. Dia pemain bagus. Tapi ini sepak bola, kita bukan duel satu lawan satu tapi kita main tim 11 lawan 11. Jadi saya siap bantu tim untuk menang,” tukas Konate. (ije)

















