Presiden Erdogan: Republik Turki adalah Kelanjutan Ottoman

1983
Sultan Abdulhamid II (Kesultanan Ottoman) - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (net)

ANKARA, fornews.co – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Republik Turki merupakan kelanjutan dari Kesultan Ottoman.

Demikian sambutan pada upacara peringatan 100 tahun meninggalnya Sultan Abdulhamid II di Istana Yildiz di Istanbul, Sabtu (10/02/2018) yang dilansir Anadolu Agency.

“Sama seperti negara  kita sebelumnya yang merupakan kelanjutan dari satu sama lain, Republik Turki, juga sebuah kelanjutan dari Ottoman,” ujarnya.

Erdogan menambahkan, itu yang membuat Sultan Abdulhamid merupakan salah satu individu yang paling penting, paling visioner dan paling strategis mencatat sejarah dalam 150 tahun terakhir.

Sultan Abdulhamid II, putra Sultan Abdulmecid, meninggal pada tahun 1918, dan merupakan sultan ke-34 Kesultanan Ottoman.

“Tentu saja, perbatasan telah berubah. bentuk pemerintahan telah berubah. Namun intinya sama, jiwanya sama, bahkan sebagian institusinya sama,” kata Erdogan.

Dalam kesempatan itu, Erdogan mengkritik orang-orang yang memiliki sudut pandang ‘fanatik’ tentang Sultan Abdulhamid.

“Sejumlah orang berupaya untuk memulai sejarah negara ini dari tahun 1923. Tapi sejumlah orang tanpa henti mencoba untuk melepaskan kita dari akar dan nilai terdahulu kita,” tambahnya.

Mustafa Kemal Ataturk secara resmi memproklamirkan berdirinya Republik Turki pada 29 Oktober 1923. Erdogan mengatakan, momen besar Turki, kala itu memberikan karakter dan memori bagi sebuah bangsa.

“Kami bangga dengan sejarah kami tanpa membuat diskriminasi apa pun,” tegas Erdogan. (AA)