PALEMBANG, fornews.co – Selama rentang 10 tahun lebih, Karang Taruna di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, sempat mengalami mati suri. Padahal, banyak potensi yang dimiliki pemuda di Bumi Serasan Seandana, namun potensi itu tak tergali.
Masa peralihan pun berganti. Masuk periode 2014-2019, Karang Taruna OKU Selatan dinakhodai ketua baru, yakni Andie Dinialdie SE, MM. Harapan akan adanya perubahan untuk pemuda di Bumi Serasan Seandana terus menyeruak.
“Kalau ditanya tentang apa keinginan dari pemuda OKU Selatan, sebenarnya banyak. Tapi hal yang paling diharapkan pemuda disana itu, ada yang bisa mengayomi mereka. Misal, jika ada peluang-peluang yang bisa memberdayakan pemuda maka sebaiknya dilibatkan. Selama ini, kalau kita lihat baik di kota ataupun di desa, rata-rata pemberdayaan pemuda yang betul-betul ada potensi itu belum maksimal,” ujar Andi, saat dibincangi fornews.co, Kamis (08/11).
Andi menerangkan, bahwa Karang Taruna ini sebenarnya organisasi sosial dan satu-satunya organisasi yang dilindungi oleh undang-undang, yakni pada Permensos No 77 Tahun 2010, yang bahwasanya karang taruna itu mitranya pemerintah. “Jadi, tidak ada istilah karang taruna ini bersebarangan dengan pemerintah, apalagi oposisi,” terangnya.
Setelah melihat kondisi pemuda di OKU Selatan, Andi mengungkapkan, bahwa begitu banyak potensi-potensi yang dimiliki mereka. Hanya saja, untuk mengembangkan potensi tersebut masih kurang optimal dan butuh dukungan dari pemerintah.
“Jadi perlu ada perhatian khusus ke pemuda pemuda itu. Alhamdulillah, setelah dirangkul Karang Taruna, potensi potensi yang dimiliki pemuda itu terbuka. Mulai dari ada sanggar kesenian yang tidak dibina, padahal itu potensi. Ada yang punya kemampuan menjahit, yang memang perlu dididik dan dibantu. Akhirnya, kita beri peralatan,” ungkap Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sumsel dari dapil Sumsel V Partai Golkar itu.
Andi menceritakan, saat pertama menjabat sebagai Ketua Karang Taruna OKU Selatan, dia banyak menerima masukan dan saran dari pemuda. Terlebih tentang mati surinya peran pemuda selama 10 tahun.
“Alhamdulillah, saya sudah tiga tahun bersama karang taruna OKU Selatan dan ada perkembangan. Selama ini kita tidak ada sekretariat sendiri, namun sekarang sudah terbangun dan itu tanpa bantuan subsidi dari pemerintah,” katanya.
Kemudian, papar Andi, salah satu program kerja untuk menyiapkan satu mobil ambulans, sudah terealisasi dua mobil. Armada itu sudah ditempatkan di Kecamatan Warko Ranau Selatan dan Beringin. Berikutnya, untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pihaknya sudah menggelar dua kali pelatihan, dari Kementerian Koperasi dan Kementerian Perindustrian.
“Selesai pelatihan itu, para pemuda di OKU Selatan mendapat bantuan peralatan. Kita juga menjalin kerjasama dengan BUMN, yang memiliki program kemitraan bina lingkungan dimana sekian persennya harus dialokasikan untuk masyarakat. Itu yang kita gunakan sekarang. Saya rasa kalau sudah menjadi anggota DPRD itu tidak terlalu berat, karena punya aspirasi dan itu sah untuk membantu masyarakat,” tegas salah satu senior Mapala Alfedya Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang (FE UMP) itu.
Khusus untuk kerjasama dengan BUMN, tambahnya, mereka harus rajin membuat dan mengantarkan proposal ke pusat. Setelah itu, nanti dari BUMN melakukan survei langsung, apakah benar ada usaha tersebut.
“Kalau kemarin, pemuda binaan Karang Taruna OKU Selatan sudah ada usaha jahit menjahit, penggilingan kopi, perbengkelan dan sebagainya. Bahkan saat lagi booming batu cincin, kita perbantukan alat asah batu cincin. Itu semua bantuan dari pusat,” tandasnya. (tul)

















