ANKARA, fornews.co – Seorang hacker mencuri USD534 juta dari pertukaran mata uang digital Jepang Coincheck. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Coincheck mengatakan, hacker berhasil membobol jaringan pada Jumat (26/01) pukul 02.57 (1757GMT).
Sebagaimana dimuat di media lokal bahwa mata uang virtual itu dikirim dari alamat NEM Coincheck. NEM adalah mata uang virtual yang dibangun di atas platform Blockchain, seperti Bitcoin.
Kantor Berita Kyodo Jepang melaporkan bahwa Presiden Coincheck Koichiro Wada mengatakan, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Jumat bahwa perusahaan tersebut akan mencari bantuan keuangan.
Perusahaan yang berbasis di Tokyo, itu membekukan transaksi untuk semua mata uang virtual setelah mendapat serangan siber, kecuali Bitcoin.
“Pembelian dan penjualan mata uang virtual selain BTC (altcoin) saat ini dibatasi. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata Coincheck di halaman webnya, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Minggu (28/01).
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Mohon ikuti blog resmi Coincheck dan akun media sosial resmi kami untuk informasi terbaru,” tambahnya.
Setelah pencurian tersebut, nilai total pertukaran uang virtual anjlok hampir 10%, sementara itu kerugian dalam kurs yen Jepang diperkirakan mencapai 6 triliun yen, atau setara USD55,3 miliar.
Kejadian ini disebut-sebut dapat menjadi pencurian mata uang virtual terbesar di dunia. (AA)

















