LUBUK LINGGAU, fornews.co – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya mengembangkan potensi Kota Lubuk Linggau, salah satunya dengan pembangunan infrastruktur sebagai pendorong tumbuhnya perekonomian rakyat.
Mengingat, Lubuk Linggau merupakan kota terbesar kedua di Sumsel setelah Kota Palembang, dan termasuk wilayah penghubung antar kota dan provinsi terdekat. Karenanya, penyediaan infrastruktur diharapkan dapat memudahkan konektivitas transportasi antar wilayah.
“Lubuk Linggau ini wajah Sumsel dari Utara. Dapat dilalui dari Bengkulu, Jambi, dan beberapa kabupaten Sumsel lainnya. Jadi, bangunlah menjadi kota modern tanpa menghilangkan kearifan lokal,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan 56 infrastruktur Kota Lubuk Linggau, Kamis (11/3/21).
Gubernur memang bertekad infrastruktur di Sumsel harus lancar, baik, dan mulus sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan berlaku adil sesuai dengan kebutuhan dan proporsional masing-masing daerah, ia mengucurkan APBD Provinsi Sumsel dan Bantuan Gubernur bersifat khusus ke semua kab/kota di Sumsel, termasuk Lubuk Linggau.
Beberapa infrastruktur baru yang bersumber dari dana APBD Provinsi Sumsel tersebut diantaranya peningkatan Jalan Sudirman, peningkatan jalan dan pelataran Gedung Olahraga Megang, peningkatan jalan akses wisata Petanang, serta pembangunan Jembatan Air Kelingi.
“Membangun Sumsel hanya ada satu kunci, yaitu rukun. Dengan merajut persamaan persepsi baik dari tingkat daerah dan provinsi maka semua kegiatan pembangunan akan selaras dengan satu tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Diakui, pembangunan daerah diuji dengan datangnya pandemi Covid-19. Semua bidang terdampak dan terpuruk hingga perekonomian pun menurun. Namun dengan bersatu antar semua pihak, lambat laun perekonomian di Sumsel dapat berangsur pulih. Pembangunan suatu daerah akan berhasil dengan mengedepankan kebutuhan dan selera rakyat, jadi ego sektoral harus dikesampingkan.
Kadis PUBM Prov Sumsel, Dharma Budi melaporkan, infrastruktur Kota Lubuk Linggau yang diresmikan hari ini fisik maupun non fisik bersumber dari APBD Maupun BanGub bersifat Khusus. Terdiri dari 16 kegiatan di tahun 2019 sebesar Rp 15,4 Miliar dan 40 Kegiatan di tahun 2020 sebesar Rp 64,1 Miliar. “Infrastruktur ini menyangkut semua, mulai dari jalan, jembatan, hingga Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU),” terangnya.
Wali Kota Lubuk Linggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan, mewakili masyarakat ia berterimakasih kepada Gubernur Sumsel yang telah mengucurkan anggaran pembangunan infrastruktur dimana kebutuhan anggaran keseluruhan sebesar Rp 850 Miliar dan untuk Infrastruktur hanya Rp 50 Miliar jelas tidak mencukupi. (yas)

















