PALEMBANG, fornews.co-Jelang pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Paslon Wakil Gubernur Sumsel ke KPU, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dihadapkan pada kemelut berseberangan dukungan.
Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Mularis Djahri, tetap bersikukuh memberikan dukungan kepada Paslon Gubernur Dodi Reza Alex-Giri Ramanda. Sementara DPP Partai Hanura sudah memutuskan mendukung Paslon Herman Deru-Mawardi Yahya.
Saat dihubungi, Mularis mengaku, belum ada perintah dari DPP dan tidak ada pemberitahuan tentang rekomendasi. “Jadi seluruh kader Partai Hanura Sumsel wajib mendukung dan memenangkan pasangan Dodi dan Giri di Pilgub Sumsel periode 2018-2023,” ujar Mularis.
Bahkan, pengusaha Sumsel itu akan memberi sanksi tegas kepada kadernya yang menghadiri acara deklarasi Paslon Gubernur Herman Deru-Mawardi Yahya di Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (07/01). Sanksi tersebut juga berlaku bagi Anggota DPRD dari Partai Hanura di Sumsel. “Yang hadir (deklarasi) akan saya sanki berat,” tegasnya.
Namun, pada SK No : SKEP/345/DPP-HANURA/2018, tertanggal 6 Januari 2018 yang ditandatangi langsung Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta, menetapkan pengambil alihan wewenang DPD Partai Hanura Sumsel dalam pendaftaran Paslon Gubernur dan Paslon Wakil Gubernur Sumsel, dengan memberikan mandat kepada Fauzi H Amro (Ketua Dewan Pengurus Pusat) dan Hendri Zainuddin (Wakil Sekretaris Jenderal DPP) untuk mendaftarkan Paslon Gubernur Herman Deru dan Paslon Wagub Mawardi Yahya yang telah di usung. Surat tersebut disampaikan kepada yang bersangkutan dan ditembuskan kepada KPU Sumsel sesuai jadwal pendaftaran sebagaimana yang ditetapkan.
Ketua DPP Partai Hanura Fauzi H Amro mengatakan, pihaknya masih akan melihat bagaimana perkembangan deklarasi Paslon Gubernur Sumsel masih menunggu besok (Minggu, 07/01). “Kita belum tahun juga, kita lihat perkembangannya sampai besok, saiapa tahu ada perubahan. Aku belum pacak ngasih statemen apapun,” ujarnya.
Tekait sikap Ketua DPD Partai Hanura Sumsel yang bakal melakukan pemecatan, jika hadir pada acara deklarasi Paslon Herman Deru-Mawardi Yahya pada Minggu (07/01), Fauzi Amro menuturkan, akan dikomunikasikan lagi. “Inikan urusan internal kita, jadi akan dikomunikasikan lagi,” tandasnya.(tul)

















