PALEMBANG, fornews.co – Sempat menjadi polemik, pembayaran honor Panpel Porprov Sumsel XII Prabumulih akhirnya menemui titik terang. Jika tidak ada aral melintang, Jumat (20/12) dana hibah KONI Sumsel dari Pemprov Sumsel bisa dicairkan.
Plt Ketua Umum KONI Sumsel Dhennie Zainal menerangkan, dirinya sudah meneken berbagai berkas yang diperlukan untuk mencairkan dana hibah Pemprov ke KONI, Kamis (19/12) siang. Menurut Dhennie, sekarang berkas sudah berada di BPKAD. Jika memang hari ini telah ditandatangani maka besok pagi dana sudah bisa diterima KONI.
“Kalau diteken (BPKAD) hari ini, besok (dananya) masuk, selesai. Kita lihat, kalau sebelum Jumatan sudah masuk dananya ya sesudah Jumatan kita transfer ke rekening pengurus cabornya. Tadi juga kwitansi untuk transfer sudah saya tanda tangani. Artinya sama-sama kita tunggu. Alhamdulillah berkat doa beribu-ribu (panitia pelaksana Porprov) pada hari ini bisa diselesaikan,” ujar Dhennie ditemui di Sekretariat KONI Sumsel, Kamis (19/12) sore.
Dhennie mengatakan, jumlah dana hibah yang dicairkan kurang lebih Rp11,7 miliar dari dana ABT 2019 sebesar Rp12,5 miliar. Hal itu disebabkan Pemprov membayar berdasarkan real cost. Menurut Dhennie, dana yang dicairkan itu selain untuk membayar honor Panpel Porprov XII Prabumulih, juga dialokasikan ke bantuan cabang olahraga. Untuk bantuan cabor diakui Dhennie tidak full sampai 12 bulan karena terkait dengan pertanggungjawaban.
“Untuk honor Panpel Porprov sendiri lebih dari Rp3 miliar yang dialokasikan kepada sekitar 1.800 orang. Belum lagi bantuan cabor dan kegiatan lainnya. Jadi jangan sampai ada anggapan KONI ini foya-foya. Sebab memang hibah Pemprov ini kemungkinan didasarkan pada prestasi. Sehingga diharapkan cabor-cabor bisa lebih meningkatkan prestasinya,” tuturnya.
Dengan telah ada titik terang pembayaran honor Panpel Porprov ini, Dhennie pun merasa lega.
“Rasanya plong, beban yang selama ini terpikir bisa diselesaikan sebelum Musorprov berlangsung,” tukasnya. (ije)

















