
PENDOPO, fornews.co-Intensitas hujan yang tinggi, membuat akses jalan menuju Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terisolir. Warga menuding, kerusakan jalan diperparah dampak kendaraan seismik dari PT Elnusa masih lalu-lalang tanpa mau memperbaiki.
Pantauan di lapangan, jalan yang belum tersentuh aspal dengan guyuran hujan menyebabkab jalan becek dan berlumpur sehingga kendaraan bermotor milik warga terutama truk pengangkut hasil pertanian, tidak bisa melintas. “Sekarang kami tidak bisa lagi melakukan aktivitas keluar desa kami. Tapi kalau perusahaan survei siesmik itu, pagi ini masih saja lewat menggunakan mobil double gardan, padahal jalan hacur lebur, namun mereka masih maksa,” ucap salah seorang warga Desa Semangus, Pasri kepada sejumlah media, kemarin (15/2).
Pasri mengancam akan memblokir jalan apabila dalam dua hari ke depan, PT Elnusa masih memaksa melalui jalan tersebut dan belum memperbaikinya. “Kami sudah capek mengusulkan agar jalan itu dibantu pihak Elnusa untuk diperbaiki. Kami memperingatkan perusahaan itu agar sementara waktu tidak melalui jalan itu apabila hujan turun. Lihat saja nanti, kalau dalam dua hari ke depan tidak diperbaiki dan mobilisasi perusahaan itu masih memaksa, kami bakal blokir jalan ini,” tegasnya.
Ancaman warga Desa Semangus, yang bakal memblokir jalan tersebut dibenarkan Kepala Desa (Kades) Semangus, Sulaiman yang mengaku jika sudah berulang kali pemerintah desa, menyurati perusahaan tersebut untuk membantu perbaikan jalan. “Kalau secara lisan, sudah tidak terhitung lagi kami menyampaikan ke Elnusa, dan surat pun sudah beberapa kali kami layangkan. Tapi sampai detik ini tidak ada jawaban. Beberapa hari ini, aktivitas warga kami terhambat karena jalan desa kami putus dan sebagian warga mengancam akan menutup jalan tersebut sebelum diperbaiki,” ucapnya.
Sementara, pihak PT Elnusa melalui Humas Lapangan, A Arif menyangkal pihaknya lepas tangan dalam hal ini. Menurut dia, sudah dua kali memberikan bantuan di desa tersebut dalam perbaikan jalan, pertama menurunkan alat berat, dan yang kedua memberikan batu koral untuk pengerasan.
“Jadi tidak benar kalau selama ini perusahaan tutup mata, dan kami punya datanya lengkap. Pihak kami juga pasti tanggung jawab setiap ada kerusakan, baik yang disebabkan operasional maupun mobilisasi perusahaan,” pungkasnya. (son)

















