PALEMBANG, fornews.co – Alergi merupakan suatu reaksi sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu zat atau substansi yang dianggap berbahaya bagi tubuh, walaupun sebenarnya tidak berbahaya. Substansi yang dianggap tubuh berbahaya tersebut, dapet memicu reaksi alergi atau alergen.
Alergen ini dapat disebabkan oleh banyak hal mulai dari makanan, obat, serbuk, debu hingga polusi udara. Paparan polusi udara ini sendiri dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan, contohnya rhitinis alergi, yaitu pilek yang disebabkan oleh alergi.
Kondisi ini salah satunya bisa dicegah dengan cara menjauhi faktor pemicu alergi, seperti polusi udara, dan diatasi dengan obat-obatan pereda gejala alergi. Menghindari faktor pemicu alergi menjadi salah satu prinsitpaling utama dalam mengobati alergi misalnya polusi udara akibat debu atau pengharum ruangan.
Dilansir dari alodokter, Kamis (04/06), untuk mempercepat hilangnya gejala, Anda bisa menggunakan obat-obatan pereda alergi atau antihistamin. Obat ini mampu mengatasi gejala alergi yang mengganggu atau sering kambuh.
Anda dapat berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan resep obat yang ingin digunakan. Beberapa jenis obat yang bisa digunakan diantaranya fexofenadine, dexchlorpheniramine dan cyproheptadine, serta obat dekongestan untuk mengatasi hidung tersumbat karena pilek alergi.
Namun, obat-obatan tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa rasa kantuk dan naiknya tekanan darah. Apabila gejala pilek alergi tidak juga reda atau bahkan semakin parah meski Anda sudah mengonsumsi obat-obatan pereda alergi, sebaiknya konsultasikan masalah tersebut ke dokter THT.
Untuk mengetahui zat pemicu alergi Anda, dokter akan melakukan tes alergi. Bila pemicunya sudah diketahui, Anda dapat menghindarinya sehingga gejala alergi dapat mereda. Selain itu, dokter juga akan memberikan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi pilek alergi yang Anda alami.
Jika alergi yang anda derita merupakan dampak polusi udara di dalam rumah anda bisa melakukan beberapa hal ini seperti ;
1. Bersihkan rumah secara teratur untuk mengurangi debu dan mencegah pertumbuhan jamur.
2. Pastikan agar setiap ruangan di rumah memiliki ventilasi udara yang baik.
3. Sebisa mungkin kurangi penggunaan bahan-bahan kimia, seperti pengharum ruangan dan obat nyamuk semprot atau bakar.
4. Hindari merokok di dalam rumah dan memasukkan hewan peliharaan ke dalam kamar tidur.
5. Gunakan kompor gas yang hemat gas untuk memasak.
Namun untuk mengurangi paparan polusi udara di luar rumah, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini:
1. Gunakan transportasi umum, naik sepeda, atau berjalan kaki untuk bepergian dan batasi penggunaan kendaraan bermotor.
2. Gunakan masker saat bepergian di tempat yang banyak polusi udara.
3. Periksa indeks kualitas udara di sekitar Anda melalui aplikasi yang tersedia di handphone atau di situs BMKG.
4. Hindari bepergian melewati jalur lalu lintas yang padat.
5. Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
6. Jangan membakar sampah semabarangan. (rif/*)

















