
PALEMBANG-Anggota Komisi IV DPR RI, kembali menggali informasi serta masukan dari sektor pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan serta pangan. Kemudian, wakil rakyat di senayan ini juga menanyakan terkait dugaan penyalagunaan izin perkebunan tebu menjadi sawit.
Kunjungan kerja yang dipimpin Ketua Tim Edhy Prabowo dan beberapa anggota, langsung disambut Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin di ruang Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Jumat (16/12). Alex Noerdin membeberkan secara singkat bahwa kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 merupakan kebakaran yang besar. “Tercatat kebarakan itu dengan luas mencapai 108.329 ha dari total 736.587 ha. Tapi pada tahun 2016 Insya Allah tidak akan terbakar lagi,” ujarnya.
Kemudian sambung Alex, Sumsel mendapat donor dari negara luar dan LSM, dalam upaya pemulihan kembali lahan dan hutan yang terbakar. “Kita mendapatkan bantuan dari empat negara di antaranya, Norwegia, Inggris, Belanda dan Amerika Serikat. Lalu tidak kurang dari lima LSM (NGO) yang membantu. Bahkan, delapan daerah di Sumsel, dalam program perbaikan lingkungan,” jelasnya.
Asisten II Bidang Ekeu dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel, Yohanes Hasilon Toruan menambahkan, pada sektor pertanian ketahanan pangan terjadi peningkatan yang signifikan khususnya pada komoditas padi. “Dimana pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2016 sampai mencapai 1,1 juta ton,” katanya.
Masih kata Yohanes, Pemprov Sumsel, sedang menjajaki kerjasamaa dengan pemerintah Belarusia, menyangkut peralatan padi yang berkualitas dengan harga yang murah. Lanjut dia, mengenai ekspor perkebunan karet dan kelapa sawit, khususnya karet ini sangat diperlukan lahan seluas 20.000 ha dengan dana Rp160 miliar dan kopi harus diintensifkan seluas 10.000 ha dengan dana Rp50 Miliar.
“Dari sektor perikanan pada saat ini kami banyak didukung oleh pemerintah pusat. Antara lain, dengan adanya penelitian perikanan dan pelatihan. Pusat pelatihan sedang dibangun di Sumsel, maka itu kami menghibahkan tanah seluas 10 ha untuk dijadikan pusat pelatihan tersebut,” imbuhnya.
Hadir pada kesempatan ini Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Nopran Marjani, Para Staf Ahli, Para Asisten, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Kepala Peternakan Provinsi Sumsel dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel. Hadir pula dari Badan Restorasi Gambut (BRG), Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia Holding Company, PT Berdikari, PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani serta PT Dinamika Graha Sarana (Perusahaan Perkebunan di Ogan Komering Ilir).
Sementara itu, Ketua Tim Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo mengemukakan, kedatangannya bersama rombongan ke Sumsel, untuk melihat perkembangan ketahanan pangan. Dirinya menyanjung daerah pemilihannya tersebut. “Saya lihat bagaimana kekompokan dan kesolidtan kerja tim di Sumsel, dalam membangun Provinsi Sumsel,” tuturnya.
Wakil Ketua DPP Partai Gerindra ini, menilai Sumsel merupakan provinsi yang paling berhasil dalam mengembangkan ketahan pangan dan mendapatkan tugas dari Pemerintah Pusat. Alhasil dari 1 juta ton ternyata menjadi 1,1 juta ton. “Ini satu catatan bagi kita semua bahwa Sumsel, berhasil melakukan itu. Bahkan, Itu masih ada peluang-peluang lagi untuk peningkatan, seadainya saja ada anggraan lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Edhy berpesan, sebagai tuang rumah Asian Games 2018 bersama Jakarta, jangan sampai terjadi kebakaran lahan dan hutan terutama lahan gambut begitu ekstrem. Hal ini akan berdampak tidak baik, dalam penyelenggaran event bergengsi internasional ini. ” Di sini ada BRG yang kita undang dan kita harapkan mereka bersinergi ke depanya,” pungkasnya. (tul)

















