
PALEMBANG-Gubernur Sumsel Alex Noerdin menegaskan, kalau pencalonan Dodi Reza Alex pada Pilkada Muba 2017 nanti, memang sudah kompeten dan siap diadu dengan pasangan lain. Tapi, kalau Dodi tidak kompeten, maka dialah orang pertama yang melarang anak sulungnya tersebut mencalonkan diri.
“Memang dia (Dodi) berkompeten, saya yang pertama kali melarang Dodi untuk maju kalau dia tidak kompeten. Karena dia kompeten dan saya yakin dan boleh diadu dengan pasangan yang lain atau calon yang lain. Secara jujur, Insyaallah dia bisa menunjukan bahwa dia mampu dan kompeten,” tegas Alex Noerdin, usai rapat paripurna di Gedung DPRD Sumsel, Senin (19/9).
Alex yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumsel itu menyatakan, bahwa banyak yang mengatakan politik dinasti itu tidak bagus, terbukti dengan kejadian akhir-akhir ini, bagi dia semua itu hal lain. Bahkan, negara kampiun demokrasi seperti Amerika pun ada klan Kennedy, Bush dan lain-lain.
“Saya memandang, bukan karena anak. Tapi, sebagai mantan bupati dua kali, gubernur dua kali dan mantan ketua bupati se Indonesia, saya bisa melihat pantas tidak, sudah waktunya belum sesorang itu menjabat jadi kepala daerah. Karena kepala daerah harus jadi panutan dan contoh memimpin di daerah. Bagus tidaknya daerah, maju mundurnya daerah tergantung pada kepala daerah,” ujarnya.
Terhadap harapan Pilkada Muba, Alex menuturkan, jelas berharap semua berhalan dengan sukses, aman, selamat dan lancar. Apalagi, ini menjadi sesuatu fenomena baru. Karena ada satu pasangan mendapat dukungan semua partai yang ada di DPRD Muba.
Disinggung tentang wacana Dodi Reza yang hanya menjadikan Pilkada Muba sebagai batu loncatan, untuk menuju pemilihan gubernur (pilgub) Sumsel 2018 mendatang, Alex hanya menjawab singkat. “Batu loncatan? Jadi Bupati dululah. Itu (Pilgub) urusan kedepan, sekarang mikirin bupati dulu,” tutupnya.(tul)

















