PALEMBANG,fornews.co– Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, struktur perekonomian ekonomi Sumsel pada lima tahun terakhir (2013-2017) didominasi lima kategori lapangan usaha, yaitu Industri Pengolahan, Pertambangan dan Penggalian, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Kemudian Konstruksi dan Perdagangan Besar dan Eceran.
Menurutnya, lima lapangan usaha tersebut mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Sumsel yang tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi Nasional. Seperti, tahun 2018 Triwulan I, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel mencapai 5,89 di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh 5,06.
“Pertumbuhan positif ekonomi Sumsel terutama didukung oleh pertumbuhan konsumsi Rumah Tangga, meningkatnya investasi, pertumbuhan ekspor serta persiapan Asian Games, manfaat sport event secara umum adalah peningkatan sarana prasarana, nilai ekonomi dan nilai non ekonomi,” ungkap Alex saat didaulat menjadi pembicara pada Indonesia Economic Forum (IEF), yang digelar di Hotel Aryaduta, Kamis (2/8). Konferensi ini dihadiri Chairman Wantiknas dan Berkarya Indonesia Ilham Habibie serta IEF Founder Shoeb Kagda.
Dalam kesempatan tersebut, Alex juga menuturkan, saat ini Provinsi Sumsel berproses menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif (inclusive growth), serta ramah lingkungan dan berkelanjutan (green growth).
Dikatakan, Provinsi Sumsel adalah provinsi pertama di Indonesia yang merilis “South Sumatra Masterplan for Renewable Resources-Drivern Green Growth 2017-2030” pada petemuan tingkat tinggi Bonn Challenge pertama di Asia yang diadakan di Palembang bulan Mei tahun 2017. Alex menambahkan, angka pengangguran tahun 2017 Sumatra Selatan 4.39% sedangkan angka pengangguran nasional sebesar 5,5 %.
“Arah pembangunan Sumsel selama 5 (lima) tahun terakhir dimulai dengan perbaikan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Program Sekolah Gratis dan Berobat Gratis, yang hasilnya dapat dilihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 66,75 di Tahun 2014 menjadi 68,86 di Tahun 2017 dan peningkatan kualitas SDM masyarakat Sumatra Selatan yang berpengaruh terhadap angka pengangguran yang terus turun signifikan,” katanya.
Selain itu, Alex juga mengatakan, pemerintah Sumsel juga berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melalui dua strategi yaitu Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api; dan Pariwisata yang antara lain mengusung tema Sport Tourism untuk menjadikan Sumatra Selatan sebagai Provinsi Olahraga berskala internasional.
“Pengembangan KEK Tanjung Api-Api dengan deep sea port Tanjung Carat akan menjadi outlet bagi produk Sumber Daya Alam Sumsel. Kawasan industri sebagai tempat hilirisasi untuk batubara, karet, sawit dan sumber daya alam Sumatra Selatan, sehingga kedepan bukan lagi sebagai pengekspor bahan mentah atau setengah jadi serta Sumsel akan mengekspor melalui pelabuhan milik Provinsi Sumsel,” pungkasnya. (bas)

















