
BATURAJA-Ketua Darma Wanita Persatuan Ogan Komering Ulu (DWP OKU), Hj Nurdiah Marwan Sobrie mengimbau kepada seluruh anggota DWP yang merupakan istri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) agar kiranya menjaga etika serta adab dalam berpakaian.
“Dalam pergaulan seluruh anggota DWP tidak boleh mengenakan perhiasan, kecuali jam tangan dan cincin kawin. Biasakan kesederhanaan dan senantiasa menjaga etika,” ujarnya, saat berkunjung ke DWP Kecamatan Peninjauan, dalam rangka konsolidasi sekaligus memperkuat silaturahmi antara DWP Kabupatan dan Kecamatan pada kunjungan kerja ke-30 Rabu (26/10).
Nurdiah menjelaskan, sebagai anggota DWP harus dapat menjadi contoh di masyarakat. Bukan hanya itu, sebagai seorang istri, hendaknya juga selalu siap mendampingi sang suami dalam menjalankan tugas. “Karenanya dalam berpakaian kita harus sopan, dan harus menunjukkan etika sebagai anggota DWP dan menjadi contoh di masyarakat. Sebagai istri tidak boleh menuntut yang tidak-tidak. karena itu akan menimbulkan hal yang negatif, jangan sampai istri minta belikan ini itu, akhirnya suami korupsi dan masuk penjara, kan rugi,” tukasnya.
Dalam kesempatan ini, Nurdiah juga juga menyampaikan, sebagaimana diatur dalam AD/ART DWP yang tergabung dalam organisasi istri ASN tersebut, juga melingkupi istri-istri kepala desa (Kades). “Istri kepala desa (Kades) secara otomatis menjadi anggota DWP, dan jangan sungkan-sungkan, karena organisasi yang sangat besar, dan kita harus bangga menjadi anggota DWP,” tegas istri Sekda OKU ini.
Sementara itu, Ketua DWP Kecamatan Peninjauan, Yeni Arpah, sangat berterima kasih atas kunjungan DWP kabupaten, yang telah memberikan pencerahan kepada anggota DWP Kecamatan. Menurut dia, sangat penting memegang prinsip kesederhanaan bukan hanya karena sebagai istri pejabat. “Kita harus selalu berdampingan dengan satu sama lain. Jangan membuat sekat, sehingga justru akan menjauhkan kita dengan masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini sendiri sambung Yeni, harus juga dilakukan hingga ke desa sekaligus berkontribusi untuk peran para suami yang memegang kedudukan di desa. “Sebagai seorang istri jelas sangat besar untuk mendukung tugas suami. Kegiatan ini jelaslah banyak memberikan manfaat yang lebih besar, terlebih lagi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya. (ibr)

















