SEKAYU, fornews.co – Plt Bupati Muba Beni Hernedi menyatakan, wilayah Bumi Serasan Sekate saat masuk musim kemarau masih sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya gambut.
Atas dasar itulah, maka seluruh pemangku kepentingan perlu meningkatkan koordinasi, komunikasi dan kerja sama pencegahan dan penanggulangan karhutla gambut. Kemudian bersama-sama melakukan tindakan kongkrit dan nyata
“Memajukan sektor perkebunan, hilirisasi produk perkebunan serta industri kehutanan yang mengedepankan aspek pengelolaan yang mengedepankan perlindungan hutan, gambut dan lingkungan, sehingga tetap mempertahankan aspek pembangunan berkelanjutan,” ujar dia, pada Workshop pengendalian Karhutlah dan Kawasan Gambut, di Grand Ranggonang Hotel Sekayu, Senin (20/12/2021).
Pemkab Muba sendiri, ungkap Beni, pada November lalu telah melakukan MoU dengan mitra Pembangunan Kabupaten Muba dalam pencapaian target Maskot Muba yaitu, upaya perlindungan lingkungan, peningkatan produktifitas, dan pelibatan masyarakat.
“Sekarang Pemkab Muba langsung tancap gas dalam upaya tersebut,” ungkap dia.
Kemudian, sambung Beni, pentingnya kolaborasi memajukan ekonomi masyarakat Muba, termasuk langkah penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan program pendampingan, community development, distribusi program CSR dan sebagainya.
“Serta Meningkatkan kerjasama dengan melalui PUKL, sebagai rumah bersama multi pihak dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Muba,” ungkap dia.
Sementara, Koordinator PUKL Kabupaten Muba, Ir Yuwono Aries menuturkan, mengenai target maskot Muba, khususnya upaya perlindungan lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan gambut, juga bertujuan untuk mensosialisasikan kerangka peraturan mengenal larangan penggunaan teknik bakar lahan dalam rencana replanting, pembukaan atau pengolahan lahan perkebunan/pertanian. (aha)

















