PALEMBANG, fornews.co – Tidak ingin kembali kecolongan atas ulah anarkis suporter, PT Jakabaring Sport City tak lagi mengizinkan adanya aktivitas pertandingan di venue-venue yang ada di JSC.
“Agar peristiwa ini tidak terulang lagi, saya sudah koordinasi dengan Direktur Venue INASGOC untuk melayangkan surat ke PT JSC untuk lock down JSC. Jangan sampai peristiwa seperti ini mempermalukan bangsa dan negara,” tegas Kepala Dinas Perkim Provinsi Sumsel Basyaruddin Akhmad, Minggu (22/07) malam.
Menurut Basyaruddin, Stadion GSJ ini di upgrade untuk Asian Games bersama Stadion Madya Bumi Sriwijaya yang akan dipergunakan sebagai venue sepak bola wanita. Cabor sepak bola wanita sendiri akan memulai kick-off pada tanggal 15 Agustus 2018 atau lebih cepat dari pembukaan Asian Games 18 Agustus 2018.
“Dengan adanya kerusakan ini kita harus ekstra kerja memperbaiki yang rusak agar kembali seperti semula. Targetnya 31 Juli semua sudah clear. Mulai sekarang, seluruh venue hanya diperbolehkan untuk pengerjaan dan kegiatan lain yang terkait penyuksesan Asian Games. Untuk pertandingan-pertandingan yang menggunakan venue akan kami setop. Sehingga seluruh venue clear and clean sampai games time,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakabaring Sport City (JSC) Bambang Supriyanto menambahkan, pihaknya selaku venue owner tidak ingin persiapan tercoreng. Bambang meminta para suporter untuk bersikap dewasa dan memperhatikan kepentingan yang lebih besar ke depan yaitu bagaimana suksesnya Asian Games 2018.
“Kita bukan hanya dipercaya oleh masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat Asia. Banyak pertimbangan mempercayai Palembang menjadi host Asian Games. Jangan sampai persiapan yang telah dilakukan secara paripurna ini hancur karena emosi sesaat. Untuk memberi efek jera, kami meminta pihak berwajib melakukan investigasi mendalam untuk mencari semua pelaku perusakan,” tukasnya. (ije)

















