Oleh: M. Nigara
(Wartawan Olahraga Senior)
ASIAN GAMES ke-18 2018, beberapa saat lagi akan segera dimulai. Aneka kegiatan untuk menyemarakannya, terus menggeliat. Teknis, venue dan event, terus juga digenjot, meski kendala masih tetap ada. Harapan untuk mengulang sukses AG-4, 1962, membentang di hadapan.
Pemerintah menargetkan masuk 10 besar, meski tidak akan seperti 1962 (Indonesia runner up). Jumlah medali yang ditargetkan 32 medali emas, satu target yang tidak mudah tapi juga bukan tidak mungkin bisa dicapai. Indonesia sendiri memang pernah delapan kali masuk sepuluh besar. Terbaik 1962 sebagai runner up (21-26-30) dan terburuk di Doha 2006, terpuruk di posisi 22 (2-4-14).
Waktu yang tersisa untuk pesta olahraga besar bangsa-bangsa Asia itu tersisa 26 hari. Jika kita ingin benar-benar sukses, maka segala perbedaan yang ada harus segera diatasi. Tidak lagi saling tuding agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
Contoh paling menarik, terkait anggaran untuk dan bagi atlet agar tidak ada lagi. Catatan, hingga hari ini, Senin (23/7) masih terdengar beberapa cabang olahraga mengeluhkan tentang hal itu. Selain dana peralatan dan obat-obatan pun masih terkendala. Khusus tentang obat-obatan, jika para atlet harus menggunakan obat dari luar, maka ada ancaman tersendiri. Tanpa disengaja, obat-obat dari luar bisa mengandung bahan terlarang.
Jadi, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, maka segeralah diatasi tentang obat-obat itu.
Daftar Nama
Selain itu, masih ada kendala lain. Dari info terakhir, tentang daftar nama atlet. Bridge dan Dayung adalah dua cabang yang daftar nama atletnya kurang dari yang dibutuhkan.
Bridge yang menargetkan 2 emas, membutuhkan 24 atlet, tetapi yang dimasukan hanya 18. Ketika dikejar, dijawab tidak bisa. Sementara India yang awalnya tidak mendaftar, malah bisa menyusulkan. Begitu juga, Dayung yang juga menargetkan 2 emas, dari 16 atlet, saat ini didaftarkan 14. Nah, mumpung waktu masih ada, segeralah diseleseaikan hal-hal ini.
Apapun kendala yang ada, kita berharap AG ke-18 ini sungguh-sungguh bisa sesuai dengan harapan. Dan Sekali lagi, olahraga kita harapkan akan membuktikan diri sebagai alat pemersatu bangsa.
Indonesia di AG
Dari 18 AG, Indonesia baru 16 kali berpartisipasi. Dan dari semuanya, 91 emas, 117 perak, dan 203 perungu. Di antara negara-negara Asean, kita berada di bawah Thailand yang mampu meraih 121 emas dan di atas Philipina 63 emas.
Daftar perolehan medali
Tahun/posisi/E/P/P
1951 7 0 0 5
1954 11 0 0 3
1958 14 0 2 4
*1962* 2 21 26 30
1966 6 7 4 10
1970 4 9 7 7
1974 5 3 4 4
1978 7 8 7 18
1982 6 4 4 7
1986 9 1 5 4
1990 7 3 6 21
1994 11 3 12 11
1998 11 6 10 11
2002 14 4 7 12
2006 22 2 4 12
2010 15 4 9 13
2014 17 4 5 11
















