SUNGAI LILIN, fornews.co – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II Sriwijaya, Mayjend TNI AM Putranto menyatakan, masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah menjadi isu nasional dan patut mendapat perhatian khusus.
Jangan sampai, kejadian karhutla pada 2015 lalu yang terjadi di Sumsel terulang kembali, hingga mengganggu pelaksanaan Asian Games pada bulan Agustus 2018 mendatang.
“Pemerintah pusat, TNI dan Polri telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani kekabaran hutan kebun dan lahan. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan guna cegah dini agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” ujarnya, pada apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Pemadaman Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan di Lapangan Komplek PT Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Senin (14/05).
Pada acara tersebut akan dilakukan penandatanganan komitmen melawan segala bentuk terorisme, bersama Plt Bupati Muba Beni Hernedi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwijaya, Sekda Muba Drs H Apriyadi MS, Ketua DPRD Muba Abusari Burhan, Dandim 0401 Muba Letkol CZI Mulyadi SIP, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM.
Putranto berharap, komitmen ini bukan sekadar seremonial semata, tapi merupakan tekad bersama masyarakat Sumsel untuk bersatu padu melawan radikalisme dan menjadikannya musuh bersama serta mejaga dan memelihara wilayah agar tetap aman dan kondusif.
“Trend ancaman yang sedang berkembang adalah ancaman terorisme, yang berpotensi mengganggu kondusifitas keamanan negara secara keseluruhan, yang dapat menggagalkan even nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Jadi kita harus melawan dan membuktikan bhwa terorisme tidak bisa hidup di NKRI khususnya di Bumi Sriwijaya,” tandasnya. (tul)

















