BANDUNG, fornews.co – Sriwijaya FC kembali meramaikan persaingan Grup A Piala Presiden 2018 setelah merengkuh 3 poin dari PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (21/1) sore.
Dengan hasil ini, maka PSM Makassar sudah pasti tersingkir dari Piala Presiden setelah menelan dua kekalahan. Sedangkan Sriwijaya FC mengantongi 3 poin dari dua laga. Jumlah poin itu sama dengan PSMS Medan dan Persib Bandung yang masih menjalani pertandingan malam ini.
Memburu kemenangan di laga kedua ini, Sriwijaya FC langsung menekan sejak pertandingan dimulai. Hasilnya, Laskar Wong Kito langsung unggul di menit 6 melalui sepakan terarah Adam Alis meneruskan umpan Manuchekhr Dzhalilov.
Setelah gol itu, SFC terus membombardir pertahanan PSM. Namun penampilan apik kiper Syaiful mampu mematahkan beberapa peluang yang dikreasikan pemain SFC. Tim Juku Eja yang tampil tanpa pemain bintang dan hanya diperkuat mayoritas pemain junior, bukan tanpa perlawanan. Rasyid Bakri dkk beberapa kali mendapat peluang membahayakan gawang Teja Paku Alam. Beruntung, akurasi eksekusinya belum mampu menembus gawang SFC. Hingga turun minum keunggulan 1-0 SFC tetap bertahan.
Masuk babak kedua, pemain muda PSM tampil lebih semangat. Beberapa kali counter attack mereka mengancam pertahanan SFC. Sebaliknya, Laskar Wong Kito tampak kesulitan menjebol gawang Juku Eja. Tercatat lebih dari lima peluang emas SFC yang sukses dipatahkan barisan pertahanan PSM yang bermain disiplin.
Petaka bagi PSM hadir di menit 87. Akselerasi Dzhalilov ke kotak penalti dihentikan Irfan Jamil dengan menjatuhkannya. Wasit pun tanpa ragu menunjuk titik putih. Makan Konate yang maju sebagai eksekutor ditengah gemuruh Bobotoh yang menyorakinya sukses menjalankan tugas dengan baik.
Gol tambahan SFC datang di menit 90+3 melalui Dzhalilov. Pemain asal Tajikistan itu lepas dari perhatian pemain PSM dan menyambut sepak pojok dari Alfin Tuasalamony dengan sontekan kaki kanan ke tiang jauh. SFC pun menutup laga dengan kemenangan 3-0.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengatakan, pemain terpacu bermain baik untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Namun justru hal itu membuat pemain tidak sabar dalam membangun serangan dan melakukan eksekusi peluang. “Seharusnya mereka lebih bisa mengontrol permainan. Tetapi malah sering kehilangan bola di daerah sendiri,” ujar RD.
Sementara Asisten Pelatih PSM Makassar Imran Amrullah mengakui keunggulan SFC yang secara materi jauh lebih unggul dibandingkan komposisi pemain PSM yang mayoritas merupakan pemain junior.
“Babak pertama anak-anak main bagus. Tapi di babak kedua stamina yang kedodoran membuat SFC leluasa mengurung pertahanan kami,” tuturnya.
Menurut Imran, tim inti PSM memang lebih memprioritaskan laga final Makassar Super Cup Asia yang digelar malam ini karena turnamen yang diikuti klub dari negara anggota AFF itu memang bersamaan jadwalnya dengan Piala Presiden 2018. (ije)

















