PANGKALAN BALAI, fornews.co – Bupati Banyuasin H Askolani memulai proses pembangunan jalan poros Lubuk Lancang – Pulau Rimau, Jumat (24/1). Pembangunan jalan sepanjang 18 Kilometer yang membentang dari Desa Suak Tapeh hingga ke Jembatan Tanah Kering, Desa Teluk Betung Kecamatan Pulau Rimau itu, dianggarkan menghabiskan dana sekitar Rp77,08 miliar.
Askolani mengungkapkan, dana untuk pembangunan infrastruktur tersebut berasal dari dana pinjaman Bank SumselBabel (BSB). “Jujur saja, biaya pembangunan jalan poros Pulau Rimau dan jalan poros lainnya dari dana pinjaman Bank Sumsel Babel senilai Rp288 miliar. Karena kalau hanya mengandalkan APBD, akan sulit selesai. Keburu kerusakan jalan-jalan dalam wilayah Banyuasin semakin parah,” ungkap Askolani, Jumat (24/1). Terlihat mendampingi Askolani, Sekda Kabupaten Banyuasin HM Senen Har, Kadis PUTR Ardi Arpani, Anggota DPRD Banyuasin Farida Ahyati Rohim, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Banyuasin.
Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, dirinya memberanikan diri ngutang ke Bank untuk membangun infrastruktur di Bumi Sedulang Setudung, meskipun sadar akan banyak orang yang mencemoohnya. Namun, demi memberikan infrastuktur yang baik, dia rela dicemooh.
“Kita minjam, banyak yang mencemooh, ada yang bilang kalau minjam semua orang juga bisa. Tapi ingat minjam dana sebesar itu tidak mudah, kalau tidak ada kepercayaan tentu tidak akan bisa mendapatkan dana pinjaman. Sebelum minjam kita harus mendapat persetujuan 45 anggota dewan, dan itu tidak mudah, harus mendapat persetujuan Mendagri dan Menteri Keuangan. Artinya ini kami lakukan demi masyarakat Banyuasin,” ungkapnya.
Tahun ini, ada beberapa proyek infrastruktur yang disiapkan Pemkab Banyuasin. Selain jalan poros Pulau Rimau, juga akan dilakukan pengaspalan jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Kec Betung sepanjang 12 Km, peningkatan ruas jalan Muara Padang- Muara Sugihan Kec Muara Padang sepanjang 21 Km, dan pembangunan Jalan Poros Kabupaten Banyuasin I – Air Saleh Prambahan Jalur 10 sepanjang 12 Km. Kemudian, peningkatan jalan Sungai Dua – Prajen Kecamatan Rambutan sepanjang 3,50 Km, pengecoran Jalan Poros Sukamulya -Karang Petai Kecamatan Banyuasin III sepanjang 11,50 Km dan rehabilitasi jalan poros Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa sepanjang 3,15 Km.
Suami dr. Sri Fitriyanti ini berharap, masyarakat Banyuasin mendukung proses pembangunan infrastruktur di daerahnya. Selain itu, mantan Wakil Ketua DPRD Banyuasin itu juga meminta masyarakat ikut menjaga agar infrastruktur tidak rusak.
“Damtruk dilarang melintas kalau melebihi 8 ton. Saya sudah instruksikan Kadis Perhubungan bersama Kasat Pol PP untuk memasang portal jalan. Kita tidak tebang pilih, kalau melebihi tonase tidak boleh melintas, “ tegasnya.
Anggota DPRD Banyuasin Farida Ahyati Rochim dan H Ali Mahmudi menyambut baik dimulainya pembangunan jalan poros Pulau Rimau tersebut. Kedua wakil rakyat ini minta masyarakat untuk menjaga jalan ini dengan tidak membawa kendaraan yang bermuatan melebihi tonase jalan.
“Selama ini kita berpanas-panasan, berlumpur dan berdebu, rasanya sudah lelah. Nah, sekarang jalan dibangun, ayo kita jaga bersama-sama, “ imbau Farida.
Tokoh masyarakat Pulau Rimau Huzaimah mengatakan masyarakat Pulau Rimau dan tentu masyarakat Selat Penuguan bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Banyuasin yang telah mengupayakan pembangunan jalan poros tersebut. “Pak Bupati sampai ngutang untuk membangun jalan poros Pulau Rimau, ini tentu demi masyarakat. Maka saya ajak masyarakat untuk bersyukur dengan menjaga jalan ini secara bersama-sama dengan tidak membawa angkutan melebihi kapasitas jalan. Jangan mendahulukan kepentingan pribadi tapi pikirkan kepentingan masyarakat banyak,” ajaknya. (ari/rel)

















