BATURAJA, fornews.co – Banjir yang melanda Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), bukan halangan memberikan pelayanan ke masyarakat.
Pantauan di lapangan, petugas KUA tetap melayani masyarakat yang datang mengurus administrasi pernikahan, di tengah genangan air setinggi betis orang dewasa. Informasi dihimpun, genangan ini disebabkan oleh hujan deras mengguyur Rabu (21/02/2018) malam.
Meskipun sudah mulai surut namun banjir ini cukup menganggu aktivitas pegawai dan masyarakat yang akan berurusan di KUA, terlihat sebagian pegawai berusaha mengeluarkan kursi dan meja yang basah karena banjir.
“Meskipun kondisinya seprti ini (banjir) pelayanan tetap kita berikan. Selagi bisa pelayanan tetap dijalankan,” Kata Kepala KUA Baturaja Timur, Akhiruddin SAg didampingi Penghulu KUA Darsono saat di bincangi di sela-sela kesibukannya mengeluarkan air di dalam ruang kerjanya, Kamis (22/02/2018).
Menurut Akhirudin, KUA Baturaja Timur, ini sudah langganan banjir, setiap hujan lebat lebih dari tiga jam dapat dipastikan banjir. Untuk itu pihaknya sudah mengantisipasi barang-barang penting seperti dokumen diletakkan di lemari gantung yang dibuat khusus untuk menghindari banjir.
“Tadi, saat tiba di kantor, saya sempat terkejut kebetulan saya ini baru sekitar 3 bulan jadi kelala KUA Baturaja Timur. Memang sebelumnya rekan-rekan pernah cerita kalau hujan lebat KUA kerap kedatangan tamu (banjir). Ini merupakan banjir terparah yang mencapai satu meter, lihat saja itu bekas ketinggian air yang menempel di dinding,” ujarnya.
Lanjutnya, Kepala KUA sebelumnya telah mengupayakan agar kantor urusan nikah tidak kebanjiran lagi dengan meninggikan lantai dan halaman kantor. Namun, upaya ini belum bisa mengatasi banjir.
“Banjir ini juga disebabkan saluran air yang berada dipinggir jalan depan KUA terlalu kecil serta gorong-gorong yang terletak di jalan lintas Hotel AA juga kecil sehingga tidak dapat menampung debit air,” timpal Darsono.
Kondisi yang dialami, Akhirudin berharap, adanya perhatian dari pihak terkait untuk dapat mencarikan solusi masalah banjir ini.
“Semoga saja ada solusinya, paling tidak kami berharap pemerintah dapat membenahi saluran air dan gorong-gorong agar diperbesar sehingga dapat mengatasi banjir ini,” harapnya. (gus)

















