
PENDOPO, fornews.co- Ir Hj Sri Kustina harus melakukan sendiri semua proses dan pencetakan batik, agar bisa menghasilkan karya yang maksimal. Terkhusus, batik dengan motif Candi Bumi Ayu, yang merupakan khas dari daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Setelah Sri yang merupakan Ketua TP PKK PALI menyelesaikan semua proses pencetakan batik tersebut, ada sekitar 10 motif corak batik yang kemudian ditampilkan pada pergaan busana di acara Forum Silahturahmi Istri Kepala Daerah (Forsikada) se- Sumsel, yang digelar di Kota Prabumulih, Selasa (24/01).
Hasilnya, semua tamu undangan berdecak kagum dan memuji hasil karya dari istri Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM tersebut. Apalagi, model dari fashion show batik PALI itu ternyata Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dan anggota TP PKK Kabupaten PALI.
Sri Kustina menuturkan, bahwa 10 motif batik pada peragaan busana itu memiliki makna masing-masing. “Tiap motif batik mencerminkan kekayaan dan potensi alam di Kabupaten PALI. Ada juga motif yang mencerminkan tentang budaya dan Candi Bumi Ayu, yang merupakan satu-satunya candi di Sumsel yang terletak di Kecamatan Tanah Abang,” tuturnya.
Sementara, Penasehat Forsikada Sumsel Hj Tartilah Ishak Mekki, mengapresiasi kreativitas yang ditampilkan Kabupaten PALI. Dia mengharapkan, kerajinan batik bisa tetap dilestarikan di seluruh penjuru Sumsel.
“Saya apresiasi batik PALI yang telah tampil tadi. Selain kreativitas motif yang beragam ide dalam pembuatan corak batik, ternyata semua ini datang dari seorang istri Bupati PALI. Tentu harapan kita bersama untuk tetap dilestarikan,” pujinya.
Tartila juga mengharapkan, Forsikada bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak. Seperti, menggali potensi yang tersimpan sehingga, dalam acara seperti ini ditampilkan. “Kedepan kita berharap, gaung Forsikada bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tandasnya. (lur)
















