
PALEMBANG, fornews.co-Ketua Koordinator Wilayah Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumsel Ir H Rudi Apriadi, MBA menyatakan, penghimpunan para alumni IMM ini tidak lain untuk meneruskan sinergisitas sebagai kader muhammadiyah untuk memberi kontribusi pembangunan ke umatan.
“Kami menghimpun alumni IMM yang tersebar di seluruh Sumsel khususnya, terlebih mereka ini bermacam latar belakang dan profesi. Tidak ada maksud apapun dibalik perhimpunan ini, namun kami ingin menjadi manusia yang utama di muka bumi ini. Seperti mencerdaskan kehidupan anak bangsa dari kebodohan dan kebelakangan, meningkatkan peremonomian umat untuk keluar dari kungkungan kemiskinan, baik anggota maupun umat,” ujarnya, saat dibincangi, Selasa (24/01).
Rudi melanjutkan, ditengah pesatnya kemajuan karakter dan sebagainya, tentu mereka harus membina, mengayomi dan mengantarkan kader-kader IMM yang masih aktif, agar lebih berkualitas dari segi SDM. “Ya untuk menjadi umat yang sehat, baik jasmani maupun rohani. Era sekarangkan jauh lebih menguasai kemajuan teknologi, jadi perlu di antisipasi agar tidak disalah gunakan, melainkan untuk kemajuan umat,” sambungnya.
Pria yang juga Anggota DPRD Sumsel ini menuturkan, saat ini anggota Fokal IMM yang terstruktur ada 110 orang, tapi untuk yang belum teregistrasi masih ribuan. “Insyaallah kalau tidak ada halangan, besok (Rabu 25/01) kita akan melaksanakan pelantikan Fokal IMM Sumsel di Hotel Swarnadwipa,” tuturnya, yang juga didaulat menjadi Ketua dan Sekretaris Fokal IMM dijabat Yudha Mahrom, SE, M.Si.
Sementara, Ketua Pelaksana Pelantikan Fokal IMM Sumsel Ruspanda Karibullah, ST mengungkapkan, perhimpunan ini ini merupakan jawaban atas pentingnya keberlangsungan membangun visi gerakan, dan spirit pengabdian dalam mengimplementasikan komitmen sebagai kader Muhammadiyah, umat dan bangsa.
“Sebagai kader dan alumni IMM, memelihara daya kritis dan sensifitas terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak akan pernah terabaikan,” ungkapnya.
Dalam perspektif kebangsaan, sambungnya, eksistensi Alumni IMM sebagai integritas daru SDM yang dimiliki oleh bangsa, tentu tidak akan bermakna jika tidak mampu berkontribusi dan mengambil peran dalam proses pegelolaan bangsa. “Peran-peran tersebut harus dapat diraih secara proaktif, melalui proses dan mekanisme yang telah diatur oleh konstitusi negara, baik di lembaga legislatif, eksekutif dan yidikatif,” tandasnya. (tul)

















