FORNEWS.CO
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • All
    • Asian Games 2018
    • Babel Muba United
    • Ragam Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    MENTERI Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menerima penghargaan di ajang KWP Awards 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis pagi, 16 April 2026. (foto fornews.co/komdigi)

    Menpora Erick Thohir sebut Diplomasi Olahraga Penting untuk Menjaga Hubungan Negara

    Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto. (fornews.co/foto: ist)

    Ini Daftar 28 Pemain Timnas U-20 yang Dipanggil Nova Arianto Ikuti TC Surabaya

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho dan Advokat, Kurator & Pengurus dari DR Hukum & CO, Adv. Hengki, SH, MH. (fornews.co/ist)

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Diharap Mampu Kolaborasikan Penegak Hukum dan Elemen Masyarakat

    Ilustrasi PSSI. (fornews.co/pssi.org)

    Viralnya Sejumlah Insiden di Putaran Provinsi Liga 4, Bikin PSSI Langsung Gelar Rapat Darurat

    Asisten pelatih Timnas Indonesia, Cesar Meylan. (fornews.co/ist)

    Profil Cesar Meylan, Ilmuwan Olahraga Pendamping John Herdman sebagai Asisten Pelatih Timnas

    John Herdman resmi menjadi Head Coach Timnas Indonesia, Sabtu (3/1/2026). (fornews.co/ist)

    Profil John Herdman, Pelatih Asal Inggris yang Resmi Jabat Head Coach Timnas Indonesia

    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • All
    • Advertorial
    • Berita Foto
    • Feature
    • Gaya Hidup
    • Hukum dan Kriminal
    • Kesehatan
    • Opini
    • Peristiwa
    MENTERI Komdigi Meutya Hafid foro bersama sejumlah jurnalis senior dalam deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia SWSI sebagai wadah kolaborasi dan kontribusi intelektual bagi insan pers berpengalaman, Jakarta, Jum’at, 17 April. (foto fornews.co/komdigi)

    Serikat Wartawan Senior Indonesia, Jurnalis 60 Tahun ke Atas

    AI atau Artificial Intelligence, dapat menggerus daya pikir kritis. Hal itu disampaikan Wamen Komdigi, Nezar Patria, dalam Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, Jum'at, 17 April 2026. (foto fornews.co/komdigi)

    AI Mengambil Alih Nalar, Wamen Nezar Ingatkan Gejala Serius di Pendidikan

    FORUM “Safety Talk” yang digelar Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF pada Kamis, 16 April. (foto fornews.co/kemenpar)

    Labuan Bajo Benahi Sistem Keselamatan Wisata Bahari

    SEKRETARIS Ditjen GTKPG, Temu Ismail, dalam keterangannya di laman resmi Kemendikdasmen, pekan ini. (foto fornews.co/kemendikdasmen)

    Kemendikdasmen Perpanjang Pelatihan Inklusif hingga 25 April

    LOMAN Park Hotel Jogja terlihat dari luar usai senja di kawasan Gejayan yang pernah menjadi sejarah pada masa Belanda menduduki Jogjakarta. (foto fornews.co/loman park)

    Loman Park Menjaga Warisan Jawa dari Arsitektur hingga Rasa

    SALAH seorang pelaku dalam penindaklanjutan proses hukum. (foto fornews.co/kemenhut)

    Aparat Kejar Jejak Jaringan Perdagangan Satwa di Papua

    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
No Result
View All Result
Home Lain-lain Advertorial Profil

Belman Karmuda, Sosok Yang Konsens Terhadap Kemanusiaan

Kamis, 24 November 2016 | 16:15
A A
Plt Kadisnsos Sumsel Belman Karmuda menerima bendera Tagana dari Apriyadi, mantan Kadinsos Sumsel beberapa waktu lalu

Plt Kadisnsos Sumsel Belman Karmuda menerima bendera Tagana dari Apriyadi, mantan Kadinsos Sumsel beberapa waktu lalu

BacaJuga

Hasil Drawing Piala Soeratin Nasional 2025, Ini Lawan-lawan yang Dihadapi Tim Asal Sumsel   

Pertama Dipercaya Mendagri Jabat Pj Gubernur, Ini Komitmen Elan Setiadi untuk Sumsel

Sempat Lakukan Pemadaman saat Bencana Banjir Besar di Sumsel, 100 Persen Kelistrikan Dipulihkan PLN

Load More
Plt Kadisnsos Sumsel Belman Karmuda menerima bendera Tagana dari Apriyadi, mantan Kadinsos Sumsel beberapa waktu lalu
Plt Kadisnsos Sumsel Belman Karmuda menerima bendera Tagana dari Apriyadi, mantan Kadinsos Sumsel beberapa waktu lalu

Belman Karmuda SH MSi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini dikenal sebagai sosok yang begitu peduli terhadap kemanusian. Bukan hanya karena dia berkecimpung di bidang sosial sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya selaku  Kadinsos, tetapi memang sudah terpatri begitulah dirinya.

Berkat kerja kerasnya, dia akhirnya menerima penghargaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) kategori Kesetiakawanan Sosial.

Belman Karmuda memberikan cinderamata pada Apriyadi
Belman Karmuda memberikan cinderamata pada Apriyadi

Ada beberapa latar belakang kenapa Belman Karmuda menyandang gelar tersebut, salah satunya, karena keberhasilannya membawa kabupaten/kota di Provinsi Sumsel bebas dari predikat daerah tertinggal. Sebagaimana diketahui, berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) pada tahun 2008 yang lalu, terdapat 2 kabupaten di Sumsel yang masuk dalam Kabupaten Tertinggal (Kabuter) yaitu Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Bahkan Presiden RI pada 2015 lalu pernah menyatakan, 2 kabupaten di Sumsel yaitu Musirawas dan Musirawas Utara (Muratara) sebagai kabupaten tertinggal. Tentunya itu menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Sosial Provinsi Sumsel kala itu. Berkat tangan dinginnya, dengan menerapkan pola dan langkah strategis, salah satu cara yang dilakukan mengarahkan setiap bantuan ke daerah Kabuter serta adanya pembinaan dan penyuluhan untuk setiap penduduknya secara berkelanjutan.

Berkat kerja keras dan dukungan penuh dari Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Belman Karmuda bersama seluruh elemen yang tergabung didalamnya berhasil membawa Provinsi Sumsel bebas dari predikat daerah tertinggal.

“Alhamdulillah, saat ini sudah tidak ada Kabuter di Sumsel. Saya pastikan, tak satu pun dari 17 kabupaten/kota yang termasuk dalam kabupaten tertinggal. Dan itu dibenarkan oleh Kementerian Sosial, bahkan Kementrian sendiri yang merilis bahwa Sumsel bebas Kabuter,”jelasnya.

Menyandang status Kabuter sangat berat, karena istilah itu ditujukan untuk daerah yang relatif kurang berkembang dibanding daerah lain dan berpenduduk yang relatif tertinggal dalam skala nasional. Kementrian Sosial menetapkan kabupaten/kota di Sumsel masuk kategori tertinggal berdasarkan perhitungan enam kriteria dasar, yaitu perekonomian masyarakat, sumberdaya manusia, prasarana (infrastruktur), kemampuan keuangan (celah fiskal), dan aksesibilitas dan karakteristik daerah.

“Juga berdasarkan keberadaannya di daerah perbatasan antar negara dan gugusan pulau kecil, daerah rawan bencana, dan daerah rawan konflik. Umumnya daerah tertinggal memiliki kualitas sumberdaya manusia yang dicirikan oleh indeks pembangunan manusia (IPM) yang rendah,” urainya.

Masih menurut Belman, IPM juga dipengaruhi oleh rendahnya rata-rata lama sekolah (RLS), angka melek huruf (AMH), dan angka harapan hidup (AHH). “Daerah tertinggal umumnya juga memiliki keterbatasan prasarana dan sarana komunikasi, transportasi, air bersih, irigasi, kesehatan, pendidikan dan pelayanan lainnya sehingga mereka kesulitan melakukan aktivitas ekonomi dan sosial. Syukurnya persoalan itu sudah dapat kita selesaikan dan dilalui dengan baik,” ucapnya lega.

Kedepan, perjuangan belum lagi usai, tugas berat menanti pundaknya. Maraknya bencana alam yang terjadi di Sumsel seperti banjir, tanah longsor dan gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu menjadi persoalan pelik yang harus segera diselesaikan pihaknya.

Menghadapi fenomena alam yang tak dapat dihalangi itu, Dinas Sosial Sumsel bersama Markas Komando (Mako) Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Sumsel, dilengkapi 800 personil tersebar diseluruh wilayah provinsi ini dirasa mampu mengani setiap bencana yang datang.

“Satu kenbanggan lagi, Mako Tagana di Sumsel ini merupakan Mako Tagana Pertama di Indonesia. Pembentukan Mako Tagana ini merupakan pertama di level provinsi di Indonesia sebagai langkah siap siaga dalam menghadapi dan menangani bencana yang akan datang.

“Tugas dan fungsi dasar Mako Tagana ini, untuk menginformasikan adanya bencana alam dan bencana sosial, kerusuhan, pengungsian dan lain sebagainya,” kata Belman Karmuda yang juga menjabat Pembina Tagana Sumsel ini.

Untuk mendukung kinerja Tagana Sumsel, pihaknya dipermudah dengan telah berdirinya kampung siaga bencana di daerah rawan bencana. Yakni di Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin dan Muara Enim.

Keberadaan kampung siaga ini, sebagai langkah cepat dan tanggap dalam menghadapi bencana. “Adanya kampung bencana ini, supaya mereka (penduduk sekitar,red) bisa berdikari dan mandiri dalam menghadapi bencana,” ujar dia.

Selain itu, untuk buffer stock di Dinas Sosial, diklaim cukup. Mengingat di masing-masing kabupaten kota ada 100 ton beras cadangan pemerintah, belum yang ada di Dinsos Sumsel sebanyak 200 ton. “Sarana dan prasarana di dinas sosial kabupaten/kota juga lengkap, terjadi atau tidaknya bencana alam kita selalu siap sedia,”ujar dia.

Disisi lain, Belman Karmuda bercita-cita hendak memfasilitasi segala bentuk keperluan bagi kaum disabilitas yang ada di Sumsel, utamanya kebutuhan akan dunia pendidikan.

“Mereka Penyandang disabilitas  bercita-cita untuk bersekolah seperti pada umumnya, hingga ke perguruan tinggi. Kita sudah memiliki banyak sekolah luar biasa namun pada level sekolah dasar hingga menengah,” ujar Belman.

Seperti halnya tuna netra, Belman menjelaskan jika tuna rungu memerlukan penanganan khusus dalam proses belajar mengajar. Di Indonesia sudah ada beberapa perguruan tinggi yang menerima calon mahasiswa penyandang disabilitas. Namun penyandang tuna rungu kebanyakan drop out dari kampus mereka karena berbagai alasan.

“Saat belajar mengajar biasa mereka bisa didampingi penterjemah bahasa isyarat saat dosen melaksanakan proses belajar mengajar. Namun penterjemah juga tidak bisa mendampingi setiap saat, dan jumlah mereka sangat terbatas. Kehidupan di kampus tidak hanya di dalam kelas. Tapi ada banyak proses belajar administrasi dan kegiatan lain di luar kelas,”  imbuh Belman didampingi Wawan, Ketua Gerkatin.

Saat ini bersama relawan yang tegabung dalam Gerkatin Sumsel, Belman  terus  berupaya mengangkat semangat dan moral penyandang tunga rungu. Salah satunya dengan menggelar pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia yang biasa disebut Bisindo, pelatihan ini bertujuan selain membentuk kampuan komunikasi antar penyandang tuna rungu dan keluarga, pelatihan ini bisa menggali potensi diri dari peserta pelatihan.

“Saya terkesan melihat kreatifitas mereka, harapan saya seluruh masyarakat harus perduli terhadap kegiatan komunitas ini, komunitas ini dalam kemandiran mencoba melatih bahasa isyarat agar penyandang tuna rungu  berkomunikasi sesama mereka maupun dengan keluarga dan  masyarakat. Saat ini pelatihan Bisindo dilaksanakan setiap hari minggu, mengingat kesibukan peserta dan relawan,” imbuhnya.

Belman menambahkan komunikasi bahasa isyarat ini gratis, oleh karena itu Belman sangat mengharapkan kepedulian dari pemerintah maupun masyarakat terutama pelaku  dunia usaha memberikan dukungan.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat, untuk mengajarkan anak-anaknya yang  tuna rungu belajar berbahasa isyarat. Jika tak sanggup atau belum mengerti tentang Bisindo. Belman berharap, di bawah Gerkatin masyarakat bisa belajar bersama, karena potensi mereka luar biasa.

“Potensi mereka bisa digali jika mereka dapat berkomunikasi, bagaimanapun juga mereka punya hak dalam kesetaraan, mereka dan kita adalah sama (setara), mereka bagian dari masyarakat, mereka juga ciptaan Allah, inilah indahnya keragaman jika kita setara,” jelasnya  bersemangat.

Terlebih, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan cita-cita luhur pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini sudah tertuang dalam pembukaan Undang Undang Dasar 45 (UUD 45) Negara Republik Indonesia. Pendididikan merupakan pengakuan negara  yang menjadi hak dasar manusia sebagai wujud kesetaraan Warga Negara Indonesia.

“UUD No.4 Tahun 1997 menjelaskan, semua perbedaan yang melekat dalam diri individu merupakan warga Indonesia yang mutlak untuk dihargai serta diakui kontribusi dalam proses menuju Indonesia yang demokratis. Persatuan dan kesatuan negara Indonesia juga merangkul perbedaan status sosial ekonomi, kondisi fisik, karakteristik, pola hidup dan perbedaan disabilitas.

Melihat kondisi secara umum dan amanat negara yang tertuang dalam konstitusi dan undang undang Belman memandang sudah saatnya Indonesia khususnya Sumsel untuk mendirikan sebuah sekolah tinggi untuk mahasiswa berkebutuhan khusus terlebih untuk tuna rungu.(har)

Bagikan Ke

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)
Tags: Featuredsumsel
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tantangan Asian Games Itu, Bagaimana Menghilangkan Potensi Sampah 15,4 Ton/hari yang Tak Terlayani

Next Post

Siswanto Ingin Kembali ke SFC

MENTERI Komdigi Meutya Hafid foro bersama sejumlah jurnalis senior dalam deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia SWSI sebagai wadah kolaborasi dan kontribusi intelektual bagi insan pers berpengalaman, Jakarta, Jum’at, 17 April. (foto fornews.co/komdigi)
Peristiwa

Serikat Wartawan Senior Indonesia, Jurnalis 60 Tahun ke Atas

Sabtu, 18 April 2026

JAKARTA, fornews.co -- Sekelompok wartawan berusia di atas 60 tahun resmi mendirikan Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Jakarta. Organisasi...

Read more
AI atau Artificial Intelligence, dapat menggerus daya pikir kritis. Hal itu disampaikan Wamen Komdigi, Nezar Patria, dalam Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, Jum'at, 17 April 2026. (foto fornews.co/komdigi)

AI Mengambil Alih Nalar, Wamen Nezar Ingatkan Gejala Serius di Pendidikan

Sabtu, 18 April 2026
FORUM “Safety Talk” yang digelar Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF pada Kamis, 16 April. (foto fornews.co/kemenpar)

Labuan Bajo Benahi Sistem Keselamatan Wisata Bahari

Sabtu, 18 April 2026
MENKOMDIGI Meutya Hafid memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Gedung LSPR Sudirman Park, Jakarta Pusat, Jum'at, 17 April 2026. (foto fornews.co/ardi widiyansah/komdigi)

Jurnalis Senior Kunci Menjaga Standar Praktik Jurnalistik

Sabtu, 18 April 2026
SEKRETARIS Ditjen GTKPG, Temu Ismail, dalam keterangannya di laman resmi Kemendikdasmen, pekan ini. (foto fornews.co/kemendikdasmen)

Kemendikdasmen Perpanjang Pelatihan Inklusif hingga 25 April

Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
  • Login

© 2019 FORNEWS.co | PT.SENTRAL INFORMASI BERDAYA.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In