PALEMBANG, Fornews.co – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII saat ini tengah melakukan pembangunan bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel.
Bangunan ini merupakan bangunan bendungan terbesar di Sumsel, dengan alokasi dana mencapai Rp 3,7 triliun.
Kepala SNVT pembangunan bendungan BBWS Sumatera VIII, Ali Cahyadi mengatakan bendungan ini sudah mulai dikerjakan pada akhir 2018 – 2019 lalu. Namun, fokusnya jalan masuk dan sebagian intake serta fasilitas umum.
Sedangkan untuk tahun ini, pihaknya mulai melakukan penimbunan tubuh bendungan secara bertahap sembari menyelesaikan akses jalan masuk menuju bendungan yang mencapai 9,5 kilometer di Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji.
“Kami menargetkan akhir 2020 progress Pembangunan diatas 10 persen,” katanya, Minggu (02/02).
Dijelaskannya, bendungan ini memiliki tipe zona dengan inti lempung – urugan batu serta area genangan air seluas 468 hektare. Bendungan ini nantinya memiliki ketinggian mencapai 122 meter dan lebar 950 meter dengan daya tampung mencapai 105 juga kubik air.
“Nantinya bendungan ini akan diisi air dari Danau Ranau melalui Sungai Selabung kemudian dialirkan ke areal persawahan di kawasan Komering,” ujarnya.
Ia menerangkan, pengerjaan bendungan ini bakal menghabiskan dana mencapai Rp 3,7 triliun dengan empat paket pengerjaan. Pertama senilai Rp 1,07 triliun, Kedua, senilai Rp 1,34 triliun. Lalu ketiga, senilai Rp 629,94 miliar, Terakhir yakni keempat senilai Rp 690,71 miliar serta paket supervisi Rp 82 miliar.
Pembangunan bendungan ini tujuannya untuk mendukung program ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air secara nasional yang akan mengairi daerah Irigasi seluas 25.423 hektar di Kabupaten OKU Selatan, OKU Timur dan OKI.
Selain itu bendungan ini juga diproyeksikan mampu menyuplai air baku untuk kawasan wisata dan RKI Kabupaten OKU Selatan sebesar 0,3 meter kubik per detik sekaligus menjadi pengendali banjir di wilayah hilir.
“Kami targetkan bendungan terbesar di Sumatera ini selesai tahun 2023 mendatang,” tutupnya. (lim)

















