PALEMBANG, fornews.co-Warga Kota Palembang, Kamis (28/09) dini hari ini mendapat kabar duka. Mantan Wali Kota Palembang periode 2013-2018, H Romi Herton Bin Abdul Hamid, (52), meninggal dunia sekitar pukul 01.31WIB, di Rumah Sakit Hermina, Serpong, Tangerang.
Informasi yang diterima dari berbagai kerabat terdekat, meninggalnya Romi Herton akibat serangan jantung. Rencananya, pagi ini jenazah langsung di bawa ke Palembang untuk disemayamkan. “Saya mendapat kabar sekitar pukul 03.00 pagi. Sungguh kabar ini sangat mengejutkan,” ungkap Fahlevi Maizano, kerabat dan kawan almarhum.
Menurut Boy, sapaan akrab Fahlevi Maizano, sudah mengenal sosok Romi Herton saat masih kuliah, hingga bersama dalam satu partai. “Almarhum itu adik tingkat saya. Ya semasa hidupnya almarhum seorang pekerja keras dan gigih. Mari kita doakan semoga Allah mengampuni semua doa dan kesalahan beliau, diterima segala amal solehnya dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar menerima musibah ini,” ujarnya.
Sementara, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi menuturkan, bahwa bersama almarhum sempat sama-sama menjabat Ketua DPC PDIP dan sama-sama menjadi wakil partai di eksekutif. Romi Herton Ketua DPC PDIP Palembang, Beni Ketua DPC Muba. “Aku manggilnyo kakak, karena almarhum lebih tuo. Almarhum itu baek, ceria dan enerjik, kalu diajak ngobrol pasti dak abis bahan. Atas nama wong Sekayu dan Musi, kami turut berduka cita semoga khusnul khotimah,” tuturnya.
Beni meneruskan, wajar kalau masyarakat Palembang merasa kehilangan. Karena almarhum juga akrab dengan warga Muba yang tinggal di Palembang. “Almarhum kadang manggil aku kuyung ikak, walaupun aku lebih mudo. ‘Kitek mintek bantu kuyung ikak nah, agar wong Sekayu di Palembang nih dukung kemajuan plembang’, itu kalimat yang aku dak lupo dari almarhum,” terang Beni.
Dari informasi di lapangan, rangkaian prosesi pemakaman diperkirakan keberangkatan jenazah pukul 11.30WIB dari bandara Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Kemudian, dilanjutkan persemayaman jenazah di Balai Kota lebih kurang satu jam sebagai penghormatan terahir, diteruskan ke rumah duka di Jalan Taqwa dan di solatkan di Masjid Taqwa. Setelah itu dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kebun Bunga.(tul)

















