
PALEMBANG-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, untuk memantau proses tindak lanjut pemberantasan pungutan liar (pungli) termasuk di daerah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membuat Tim Adhoc.
“Kemenhub sendiri sudah membuat Tim Adhoc untuk melakukan pengawasan, yang terdiri dari tiga orang, satu dari Kemenhub, satu dari ICW dan satu dari YLKI. Apa yang kami lakukan untuk mewujudkan good governance. Presiden sudah tunjuk Pak Wiranto sebagai koordinator. Ini untuk memantau proses tindak lanjut pemberantasan pungli termasuk di daerah,” tegas Budi, saat memantau progress pembangunan Light Rail Transit (LRT)/kereta api ringan, di Jakabaring, Sabtu (15/10).
Budi menerangkan, pemberantasan pungli ini merupakan shock therapy dan Kemenhub menginginkan ini menjadi efek jera. “Jadi semua pihak jangan main-main lagi, apa yang sudah kita lakukan mesti sesuai dengan aturan perundang-undangan. Karena ini suatu mekanisme dan gerakan nasional,” terangnya.

Terhadap progress LRT sendiri, Budi mengatakan, pembangunannya sesuai dengan rencana. “Memang saat ini sangat baik dan progresnya diatas rata-rata atau kurang lebih 20% plus minusnya. Kita harapkan 2018 atau dua hingga tiga bulan sebelum Asian Games bisa selesai,” katanya.
Saat ditanya soal pembangungan LRT ini dihadapkaan pada kesulitan anggaran, Budi Menjawab, karena saat ini sedang proses jadi tetap akan dijalankan. “Karena disatu sisi semua ingin cepat dan satu sisi lagi ingin lancar,” tukasnya.
Usai memantau progress pembangunan LRT, Menhub dan rombongan langsung menuju ke Dermaga Point bus air di Benteng Kuto Besak (BKB). Kemudian mengunjungi Stasiun Kereta Api Kertapati, Seberang Ulu. (tul)

















