SLEMAN, fornews.co – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan STP MT, mengatakan perlunya mitigasi bencana erupsi Merapi.
“Surat Edaran Bupati sangat diperluan untuk mitigasi bencana erupsi Merapi,” katanya saat mendampingi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mamantau langsung kawasan rawan bahaya di Kali Gendol, dikutip fornews.co dari suara.com Rabu.
Baca: Bupati Sleman Terbitkan Surat Edaran Penghentian Aktivitas di Alur Sungai Berhulu Merapi
Diberitakan suara.com berbagai persiapan mitigasi bencana telah dilakukan BPBD Sleman salah satunya mengaktifkan posko-posko bencana di tiap kelurahan.
BPBD juga telah mempersiapkan masker dalam jumlah besar untuk mengantisipasi abu vulkanik yang ditimbulkan oleh awan panas Merapi.
“Untuk mengantisipasi hujan abu vulkanik akibat peningkatan eskalasi erupsi dan bertiupnya angin yang membawa abu vulkanik ke arah Selatan (Kabupaten Sleman),” terangnya.
Baca: Sejumlah Obyek Wisata Alam Gunung Merapi Ditutup Sementara
Pengecekan jalur-jalur evakuasi bencana Gunung Merapi juga dilakukan dengan perbaikan dan pembersihan benda-benda yang dapat mengganggu jalannya evakuasi.
Saat melakukan pengecekan jalur-jalur evakuasi BPBD bekerja sama dengan Dinas Perhubungan sehingga persiapan mitigasi dapat lebih dimatangkan.
“Kami sudah melakukan aktivasi posko bencana di tiap kelurahan dan melakukan pengecekan PJU di jalur evakuasi bersama dengan Dinas Perhubungan,” kata Makwan.
Baca: Hampir Sepekan Erupsi, Kamis Kemarin Merapi masih Muntahkan Awan Panas
Sementara itu Kelurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, telah menutup akses penambangan yang berlokasi di Kali Gendol.
Penutupan itu untuk mengantisipasi adanya korban dan meminimalisir kerusakan yang ditimbulkan bencana Gunung Merapi.
“Sungai Gendol ini merupakan kawasan rawan bencana dan berbahaya,” jelasnya.
Jaraknya yang relatif terjangkau oleh lahar maupun muntahan awan panas sekira 6 kilometer dari puncak Merapi sangat berbahaya bagi siapapun yang beraktivitas di Kali Gendol.
Pamong Lurah Kepuharjo berharap tidak ada warganya maupun dari luar Sleman yang berada di kawasan rawan bencana. (adam)

















