BEIJING, fornews.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak investor Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menanamkan investasinya di Indonesia.
Menurut Jokowi, karena sejumlah indikator ekonomi menunjukkan capaian positif, mulai dair pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5 persen, neraca dagang yang surplus 41 bulan berturut-turut, Purchasing Manager Index (PMI) berada di level ekspansi selama 25 bulan berturut-turut, dan bonus demografi. Bahkan, Jokowi juga sudah meniyapkan sejumlah insentif-insentif dan stabilitas sosial politik yang selalu terjaga.
“Jangan sampai ada yang khawatir mengenai pemilu 2024 yang akan datang, karena Indonesia juga sudah berpengalaman melakukan Pemilu secara langsung selama lima kali,” ujar dia, saat berbicara pada Forum Bisnis Indonesia- RRT di China World Hotel, Beijing, RRT, pada Senin (16/10/2023).
“So, you don’t need to worry, you just need to hurry. Ini adalah peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan Indonesia tetapi juga RRT, karena bagi Indonesia kerja sama itu harus saling menguntungkan, harus sama-sama cuan,” imbuh dia.
Jokowi mengungkapkan, pada tahun 2013 RRT berada di urutan 12 kontributor foreign direct investment (FDI) di Indonesia untuk tahun 2013, tapi di tahun 2022 sudah menjadi urutan yang kedua.
“Cara berinvestasi para pengusaha ke Indonesia sudah cepat dan tepat dan menganalogikannya seperti Bruce Lee dengan gerakan wing chun-nya,” ungkap dia.
Jokowi menjelaskan, pihaknya meyakini bahwa investasi RRT di Indonesia akan terus meningkat dan menjadi kontributor FDI teratas dalam satu-dua tahun ke depan.
“Jika terus konsisten seperti ini, saya yakin dalam setahun dua tahun ke depan, saya yakin RRT bisa menjadi peringkat yang pertama dan sebagai kontributor FDI di Indonesia dan itu yang saya tunggu-tunggu,” jelas dia.
Hal yang meyakinkan itu, terang Jokowi, karena saat ini Indonesia fokus pada hilirisasi industri terhadap berbagai komoditas seperti nikel, tembaga, timah, dan minerba lainnya. Kemudian, membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi untuk menjadi bagian penting dari rantai pasok dunia.
“Ini butuh alih teknologi tinggi serta investasi, apalagi jika dipadukan dengan penggunaan sumber energi hijau yang sangat melimpah di Indonesia untuk menghasilkan produk-produk hijau, untuk menciptakan ekosistem ekonomi hijau,” kata dia.
Berikutnya, potensi energi baru terbarukan di Indonesia sangat besar hingga mencapai 3.600 gigawatt. Beberapa di antaranya, yaitu 3.200 gigawatt dari tenaga surya dan terdapat 4.400 sungai untuk energi hidro.
“Indonesia juga sedang membangun Ibu Kota Nusantara dengan konsep kota hijau dalam rimba yang 60 persennya adalah hutan, kota netral karbon pertama di Indonesia,” tandas dia. (kaf)

















