BATURAJA, fornews.co – Jajaran Pemkab OKU makin intensif melakukan rapat koordinasi mengantisipasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan Bupati OKU H Kuryana Azis tak segan-segan menjatuhkan sanksi pencopotan bagi camat yang tidak tanggap lingkungan.
“Saya sudah banyak menerima laporan bahwa ada camat yang enggan melakukan koordinasi, bahkan terkesan tak peduli dengan lingkungannya. Karena ada laporan kepada saya, saat ada koordinasi karhutla di tingkat kecamatan, camatnya malah tidak ada di tempat, yang ada hanya unsur TNI dan Polri dalam hal ini Koramil dan Polsek,” ujar Kuryana pada Rakor Karhutla, Senin (7/5).
Untuk itu ke depan lanjut Kuryana, ia tidak ingin lagi mendengar hal seperti itu. Sebab urusan karhutla ini bukanlah hal main-main, apalagi Sumsel merupakan tuan rumah Asian Games. “Dari laporan itu nama camatnya sudah saya kantongi, ke depan kalau masih seperti ini akan kita tindak. Apa boleh buat, artinya tidak mau lagi jadi pejabat, ya kita istirahatkan dulu,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sebut Bupati, camat harus cepat melakukan koordinasi dengan kades, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Selain itu perusahaan juga harus siap siaga untuk menjaga di wilayah masing- masing.
Sementara itun Asisten II Setda OKU Fahrudin Rozi mengatakan, masalah kebakaran hutan dan lahan juga terkait dengan kesiapan perusahaan. Dikatakannya, perusahaan harus bisa diminta bantuan dan wajib membantu apabila terjadi karhutla, khususnya di wilayah operasionalnya.
Menurut Fahrudin, perusahaan bisa melakukan koordinasi dan membentuk masyarakat peduli api. Selain itu perusahaan bisa juga membuat kolam air untuk penampungan dan persiapan saat dibutuhkan. “Jadi saat butuh air bisa diambil dari sana, bukan harus ambil air ke Sungai Ogan,” katanya.
Sejumlah perwakilan perusahaan yang diundang datang juga mengaku sudah ada peralatan untuk persiapan antisipasi menghadapi karhutla. Seperti PTP Mitra Ogan yang sudah memiliki regu pemadam api beranggotakan 15 orang yang berpatroli setiap hari areal perusahaan.
Sementara Henri dari JOB Jadestone mengatakan, pihaknya sudah melakukan training bagi karyawan saat ada situasi darurat. Pihaknya juga sudah melengkapi petugas dengan peralatan pemadam kebakaran. Termasuk melakukan patroli rutin di sekitar area perusahaan. “Kita modifikasi kendaraan untuk bisa jadi alat semprot,” sebutnya. (ije)

















