SEKAYU, fornews.co – Bupati Muba Dodi Reza Alex sangat konsentrasi terhadap profesi guru. Untuk itu, dia berkomitmen akan meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik tersebut. Program ini akan dimulai tahun depan.
Komitmen Pemkab Muba untuk kesejahteraan guru ini, di antaranya meningkatkan pendidikan guru ke jenjang perguruan tinggi (Starata 1 dan 2), perlindungan profesi guru, serta menaikkan gaji guru, termasuk para guru kategori K2 dan GTT.
Terkait program meningkatkan pendidikan guru, Pemkab Muba telah melakukan kerja sama dengan Universitas PGRI Palembang. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) antara Pemkab Muba dan Universitas PGRI saat peringatan HUT Ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2018 di Opera Room Pemkab Muba, Sekayu, Jumat (30/11).
“Pemkab Muba mengandeng Universitas PGRI Palembang untuk meningkatkan taraf pendidikan guru, baik ke jenjang strata satu (S-1) maupun strata dua (S-2),” ungkap Dodi,
Sementara itu, soal komitmen memberikan perlindungan terhadap guru, Pemkab Muba telah melakukan MoU bersama organisasi PGRI Muba serta Polres Muba. Menurut Dodi Reza, upaya ini dilakukan karena dirinya betul-betul menginginkan profesi guru mendapatkan perlindungan dan dilindungi.
Selanjutnya, untuk kenaikkan gaji guru, Pemkab Muba telah mengganggarkannya pada APBD 2019.
“Honor guru pada 2019 nanti dinaikkan untuk K2 menjadi Rp1,8 juta dari sebelumnya Rp1 juta dan GTT menjadi Rp1,5 juta dari sebelumnya Rp1 juta. Saya tegaskan, untuk mencapai cita-cita, mulai 2019 seluruh guru termasuk guru kategori K2 dan GTT gaji naik menjadi 80%. Kesejahteraan guru harus terus kita tingkatkan, bisa saja nanti gaji guru honorer setara dengan UMR regional, walaupun di daerah lain masih di bawah kita, tapi kita maunya melompat cepat, kita harus lebih,” papar Dodi.
Selain itu, Dodi Reza menambahkan, untuk menujang peningkatan kompetensi dan skill tenaga pendidik/guru, nantinya akan dirancang semacam program pusat belajar guru dengan kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Peringatan hari guru nanti tidak hanya seremonial saja, namun guru akan diukur dari kinerjanya, agar terus berupaya peningkatan skill dan mutu terbaik, selain itu tentunya akan diberikan reward bagi yang nilai grade paling tinggi pada puncak peringatan hari guru tahun selanjutnya,” ungkap Dodi.
Sementara itu, Ketua PGRI Muba, Indra Prasad menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah-langkah program Bupati Muba untuk mensejahterahkan dan melindungi profesi guru di Musi Banyuasin.
“Banyak program kesejahteraan guru yang sudah direalisasikan oleh pak Bupati. PGRI akan terus berdampingan dengan Pemkab Muba untuk terus memperhatikan nasib guru, terutama terkait kesejahteraan,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Muba memberikan penghargaan kepada Guru yang menjuarai Lomba yang langsung Diserahkan Oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin kepada, penulisan artikel pembelajaran tingkat Nasional, Rojaki Abdillah SPd yang merupakan Guru di SMA N 2 Unggul Sekayu, berupa uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Kemudian pemberian santunan kepada guru purnabakti, Rayu Nurlila Guru SD Negeri 2 Sukarami dan (Alm)Tegoh Puji Toyo SPd pengawas SMP.(bas)

















