
BATURAJA, fornews.co-Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), memiliki ragam budaya, adat istiadat dan suku. Namun, belakangan adat istiadat dan budaya sudah mulai terkikis oleh budaya luar (asing). Untuk itu, peran Tokoh Adat, sangat penting dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat di kecamatan-kecamatan di Bumi Sebimbing Sekundang.
“Kami meminta adat istiadat dan budaya di OKU, terus dilestarikan. Jangan sampai budaya kita hilang, sehingga anak keturunan kita justru mengadopsi budaya luar (asing),” ujar Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis saat mengukuhkan Tokoh Adat Kecamatan Lengkiti, periode 2017-2027 di Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, belum lama ini.
Kuryana berharap, Tokoh Adat bisa bersama-sama membantu pemerintah untuk membangun OKU. Serta membantu pemerintah dalam hal lain. Di antaranya memerangi peredaran narkoba. Terlebih, narkoba saat ini sudah mulai masuk ke pelosok desa. Selain itu, membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan atau pertikaian antar warga. Tokoh Adat mampu menengahi masyarakat yang bertikai sehingga konflik bisa segera diredam sedini mungkin.
“Jika hal ini bisa dilakukan dengan maksimal, maka situasi daerah akan aman dan kondusif. Pertikaian antar masyarakat bisa diredam. Untuk itu, kami perlu dukungan dankerjasama dari Lembaga Adat,” jelasnya.
Tokoh Adat Kecamatan Lengkiti, Jauhari Iskandar mengatakan, adat istiadat dan budaya merupakan jati diri bangsa. Ke depan, diharapkan generasi penerus bisa terus bisa melesatrikan adat istiadat dan budaya yang ada. Dirinya mengaku, bersama Tokoh Adat lainnya, siap membantu Pemkab OKU, untuk melakukan pembangunan. Serta memerangi narkoba. “Karena narkoba merupakan musuh kita bersama. Pengaruh narkoba begitu besar yang bisa merusak bangsa,” kata Jauhari.
Dia menambahkan, pecahnya Kecamatan Lengkiti dari Kecamatan Simpang, tak lepas dari peran serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat di Lengkiti. Dia bersyukur, setelah memekarkan diri, banyak pembangunan dilakukan di Kecamatan Lengkiti. “Banyaknya pembangunan dilakukan di Lengkiti, kami tak lagi dianak tirikan. Kami berharap, generasi penerus bisa melanjutkan perjuangan para tokoh yang berjuang membangun Lengkiti,” pungkasnya. (wil)

















