SAN DIEGO, fornews.co – Dua gorila di Kebun Binatang San Diego dinyatakan terinfeksi Covid-19 setelah menunjukkan gejala batuk dan sesak nafas. Hal ini diyakini sebagai penularan virus pertama yang terjadi pada spesies kera besar.
Otoritas kebun binatang memulai pengujian sampel dari gorila taman itu setelah dua kera besar itu mulai batuk pada Rabu (6/1/2021). Laboratorium Layanan Hewan Nasional Departemen Pertanian AS (USDA) memastikan hasil positif pada Senin (11/1/2021). Hasil tes mengonfirmasi keberadaan SARS-CoV-2 dan tidak secara pasti mengesampingkan keberadaan virus pada anggota lain kawanan itu.
“Selain sesak dan batuk, gorila dalam keadaan baik-baik saja. Kami berharap pemulihan penuh,” ujar Direktur Eksekutif Taman Safari Kebun Binatang San Diego, Lisa Peterson dalam pernyataannya, dilansir dari suara.com, Selasa (12/1/2021).
Saat ini, kawanan gorila tetap dikarantina bersama. Ia juga mengatakan bahwa 8 gorila yang hidup bersama kemungkinan tertular virus juga karena mulai menunjukkan gejala umum seperti batuk-batuk. Virus diduga berasal dari tim perawatan satwa liar yang dinyatakan positif tanpa gejala.
Kasus gorila positif corona ini adalah yang pertama di dunia. Tim satwa liar taman yang memantau memberi mereka vitamin, cairan dan makanan tetapi tidak ada pengobatan khusus untuk virusnya.
“Ini adalah satwa liar dan mereka memiliki ketahanan sendiri dan dapat menyembuhkan secara berbeda dari yang kita lakukan,” kata Peterson.
Gubernur San Diego Gavin Newson mengonfirmasi kasus ini. Ia menyampaikan, penelitian sedang dikembangkan untuk memastikan sumber infeksi.
“Ada beberapa pertanyaan apakah itu datang dari manusia ke hewan. Itu akan segera ditentukan dari hasil penelitian dan siapa pun harus menghormati proses. Pastinya, gorila tercinta kami ini membuat khawatir,” ucapnya. (yas)

















