
BATURAJA-Calon Kepala Desa (Cakades) Saung Naga, Kecamatan Peninjauan, OKU, Rudi Hartono, tidak hanya mensosialisasikan pencalonannya sendiri.
Sebaliknya, cakades nomor urut 3 ini justru membantu sosialisasi calon-calon lain, dengan cara memasang stiker milik calon lain, untuk menjaring suara pada pemilihan kades serentak yang akan berlangsung 10 Oktober mendatang.
Dalam sosialisasnya kepada warga, Rudi menanamkan pemahaman agar memilih pemimpin yang visioner. Mampu membawa kemajuan pada desa, bukan sekadar menebar janji-janji politik. Memilih pemimpin harus benar-benar dari hati, bukan berdasarkan pemberian yang dinilaianya tidak seberapa.
“Seharusnya momentum pilkades ini menjadi ajang pendidikan langsung kepada masyarakat. Karenanya, jangan tunjukkan perselisihan apalagi sampai pada bentrok. Jika sampai terjadi, maka sudah barang tentu akan menimbulkan ketegangan dan kerenggangan di antara masyarakat,” ujar Rudi, di sela-sela dirinya bersosialisasi kepada masyarakat.
Dia menegaskan, majunya sebagai Cakades, jelas ingin sekali memberikan perubahan signifikan di desanya. Menurut dia, cara yang dilakukan (ikut sosialisasikan pesaingnya) secara tidak langsung ditangkap pada alam bawah sadar masyarakat, bahwa pilkades bukan merupakan kompetisi hidup atau mati. Melainkan, Pilkades itu wadah masyarakat menyampaikan aspirasinya untuk memilih pemimpin.
“Kalau hasil di Pilkades itu justru membuat kerenggangan di antara sesama masyarakat, jelas ini bukanlah hasil yang baik. Karena akan selalu menjadi penyulut amarah satu sama lain. Apalagi, sudah berimbas pada pembedaan dalam pelayanan. Karena tidak memilih maka tidak akan diperhatikan. Ini yang harus dihindari,” ujarnya.
Rudi yang saat ini merupakan anggota BPD Saung Naga dan berprofesi sebagai jurnalis yang bertugas di wilayah OKU menceritakan, pilkades hampir tidak ada bedanya dengan pemilihan kepala daerah (bupati/wali kota dan gubernur) umumnya. Para Cakades saling bersaing, menarik simpatik masyarakat dengan berbagai cara melalu stiker pamflet, dan alat kampanye lainnya.
“Mengenai apakah ada atau tidaknya money politik, saya tidak tahu. Karena hal ini sensitif. Makanya kita berharap masyarakat jangan mudah tergoda dengan iming-iming uang. Sebab, jika itu terjadi jelas mereka menjual suaranya. Dengan begitu jangan berharap pemimpinnya akan berbuat banyak,” tukasnya.
Terpisah, Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan menyampaikan, kalau pihaknya sudah secara matang mempersiapkan anggotanya untuk pengamanan di Pilkades serentak yang bakal diselenggarakan di 59 Desa se-Kabupaten OKU. “Guna mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi, kita lakukan pengamanan maksimal. Kita berkoordinasi dengan TNI dan Satpol PP,” terangnya. (ibr)















