PALEMBANG, fornews.co – Nyaman, tenang, dan berasa seperti di lingkungan sekitar rumah sendiri atau di tempat keluarga. Kondisi seperti ini sangat banyak dicari wong Palembang untuk berkumpul bersama.
Tak cukup hanya itu saja, ditambah cita rasa semua kuliner yang disajikan akrab dengan lidah, serta harga yang bersahabat, membuat lengkap apa yang diingin dari kebersamaan tersebut. Nah, semua itu bisa anda nikmati di Rumah Tamu Cafe & Resto, jika anda ingin menikmati buka bersama (bukber) di Bulan Suci Ramadan dengan orang-orang terdekat atau mitra kerja.
“Enak. Makanannya (pindang tulang) pas, rasanya ngena di lidah. Sebenarnya, kalau kita sudah merasakan nyaman dan enak berada di resto ataupun cafe, apapun konsepnya dan ditambah makanan yang pas serta harga yang bersahabat, pengunjung akan datang kesini lagi,” ungkap Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, saat mampir untuk santap siang bersama jajarannya, beberapa waktu lalu.

Pengunjung dari instansi pemerintah dan rombongan karyawan swasta, memilih menanti bedug dan adzan Magrib di Rumah Tamu Cafe & Resto, Jumat (25/05). (foto fornews.co/sidratul muntaha)
Beni menilai, ada beberapa alasan mengapa dia bersama jajaran memilih Rumah Tamu Cafe & Resto untuk makan siang bersama. Selain lokasinya berada di pusat Kota Palembang atau di Jalan Sumpah Pemuda, ada beberapa pilihan tempat untuk mengobrol.
“Pertama saya lihat Rumah Tamu ini seperti rumah biasa pada umumnya. Tapi setelah masuk dan melihat-lihat ke dalam, ternyata banyak titik yang bisa di tempati. Kemudian kami bisa makan dengan tenang, karena suasananya memang begitu,” ujarnya.
Semua yang diutarakan Plt Bupati Muba tersebut, hanya satu dari sekian banyak pengunjung yang telah mampir di Rumah Tamu. Memang, penampilan Rumah Tamu jika dilihat dari luar, tidak seperti model cafe & resto. Rumah Tamu yang mengusung konsep family garden ini, memanfaatkan luas area rumah, terlebih yang berada di lokasi belakang.

Menurut Supervisor Rumah Tamu Cafe & Resto, Harry Ananda, pihaknya memang membuat konsep berbeda dengan cafe atau resto yang lain. Dari beberapa titik yang bisa dinikmati pengunjung, baik di lantai satu atau lantai dua, semuanya punya kesan tersendiri.
“Kami ada dua ruang VIP, bagi tamu yang ingin lebih privasi. Ada juga tempat yang menyajikan fasilitas live karaoke, dengan daya tampung sekitar 70 orang. Walau konsepnya family garden, namun banyak juga pengunjung yang sekadar nongkrong untuk minum kopi bersama. Karena memang ada tempat yang lebih santai untuk ngobrol sambil minum kopi,” ujarnya.
Untuk jenis dan harga kuliner sendiri, Harry menerangkan, Rumah Tamu punya khas Nasi Liwet Bakar lengkap dengan ayam bakar, sayur asam, lalapan (Rp40.250), Gurame Saus Kuning, Sapi Lada hitam, Iga Bakar, berbagai variasi nasi ayam. Kemudian ada Pindang Ikan Baung (Rp40.250), Patin dan Tulang, Nasi Goreng (Rp28.750), Udang Asam Pedas, Cumi Goreng Tepung, Sup Buntut Goreng, dan masih banyak lagi. “Ada juga Soto Betawi ayam dan daging, Cah Kangkung (Rp17.250), Capcai, aneka masakan mie, hingga makanan kecil dan aneka minuman jus (Rp17.250),” tandasnya. (tul)

















