JAKARTA, fornews.co – Di tengah pandemi Covid-19, kinerja Bank Sumsel Babel masih positif dengan mencatatkan laba tahun 2020 mencapai Rp552 miliar atau naik 2,78 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp489 miliar.
“Semua pemegang saham merasa bangga dan mengapresiasi kinerja BSB tahun 2020,” ujar Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru saat konferensi pers usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Sumsel Babel tahun 2020 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (22/3/2021).
Tak hanya soal kinerja, lanjut Deru, hal lain yang patut diapresiasi adalah pembentukan kelompok usaha bersama antara Bank Sumsel Babel dan Bank Lampung. Bahkan RUPS Bank Lampung dan RUPS Bank Sumsel Babel telah sama-sama menyetujui rencana ini.
“Kami pemegang saham lebih bangga lagi bahwa kita telah sama-sama menyetujui Bank Lampung dan BSB melakukan kelompok usaha bersama,” katanya.
Artinya, menurut Deru, BSB ikut dalam penyertaan modal ke Bank Lampung. Karena itu dia menilai kepak sayap BSB sudah luar biasa karena bukan hanya di dua provinsi Sumsel dan Babel saja tapi juga sudah melebar di Provinsi Lampung. Ini menurut Deru salah satu prestasi yang membanggakan.
Sementara itu, Direktur Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin meminta doa agar kerja sama dengan Provinsi Lampung, dalam hal ini Bank Lampung, dapat berjalan baik. Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki berbagai potensi yang luar biasa untuk dikembangkan.
“Ke depan kita mohon doanya, kerja sama dengan Provinsi Lampung karena potensi mereka cukup bagus, kita juga bisa bersinergi apa yang bisa dikembangkan termasuk potensi bisnis bisa kita kembangkan disana,” ucapnya.
Syamsuddin menerangkan, selain peningkatan laba tahunan, besaran dividen tahun 2020 yang disetor ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), sesuai lembar saham mencapai Rp212 miliar atau tumbuh 16,8 persen dari periode tahun sebelumnya Rp181,5 miliar.
Laba bersih setelah pajak Bank Sumsel Babel mengalami peningkatan menjadi Rp423,6 miliar atau sebesar 16,72 persen dibanding tahun sebelumnya Rp362,9 miliar.
“Peningkatan laba bersumber dari kenaikan pendapatan bunga 2,83 persen dan penurunan beban bunga sebesar 6,13 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya,” kata Syamsudin. (ije)
















