PALEMBANG, Fornews.co – Sumsel kini bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel. Terbukti, sebanyak 8 ribu personel gabungan disiagakan.
Personel gabungan tersebut yakni TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, KLHK, tingkat desa, masyarakat peduli api, dan regu damkar perusahaan.
Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya mengatakan Pemprov Sumsel tidak akan main-main dalam menangani permasalahan Karhutla di Sumsel. Bahkan, pihaknya pun sejak dini telah mempersiapkan baik dari personel hingga peralatan. Selain itu, pihaknya juga telah menggelar apel kesiapsiagaan beberapa waktu lalu.
“Saat ini sebanyak ribuan personel gabungan diturunkan dengan rincian 2 ribu TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, KLHK. Kemudian, 6 ribu personel dari masyarakat peduli api serta perusahaan,” katanya, Jumat (03/07).
Pihaknya juga memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 45 miliar kepada 10 kabupaten yang rawan terjadinya karhutla yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.
Menurutnya, ini merupakan bentuk keseriusan Pemprov Sumsel dalam penanganan karhutla tahun ini. Diharapkan, upaya yang dilakukan ini mampu meminimalisir terjadinya Karhutla di Sumsel.
Dalam penanganan karhutla, tak hanya dilakukan melalui jalur darat tetapi juga melalui jalur udara seperti melakukan waterboombing dan TMC.
“Nanti juga akan ada patroli melalui jalur udara terutama di tempat yang sulit untuk dijangkau,” tutupnya. (lim)

















