KAYUAGUNG, fornews.co – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang melanda belakangan ini tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga merubah pergerakan ekonomi masyarakat. Di Kabupaten OKI bahkan, menurut Inspektorat setempat, Syarifuddin bahwa pandemi ini telah merubah beberapa klster masyarakat OKI.
Terdapat cukup banyak penurunan Klaster dari yang sebelumnya termasuk dalam masyarakat sejahtera menjadi pra sejahtera hingga rentan miskin dan berada di bawah garis kemiskinan.
Untuk itu, menurut Syarifuddin pada live podcast bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupeten OKI dalam situasi seperti ini pemerintah harus hadir. “Ada penurunan klaster dari dulunya sejahtera, pra sejahtera menjadi rentan miskin bahkan berada di bawah garis kemiskinan. Pemerintah harus hadir tidak hanya menanggulangi dampak kesehatan tapi juga jaring pengaman sosial dan dampak ekonomi,” katanya dalam acara yang disiarkan langsung di media sosial Kominfo OKI, Selasa (16/06).
Saat ini, untuk menanggulangi dampak dari pandemi ini sendiri dijelaskannya bahwa pemerintah telah menyiapkan dana yang tidak sedikit. Dengan dana ini, diharapkan berbagai dampak dari pandemi ini dapat teratasi.
Masih kata Syarifudin anggaran besar yang dialokasikan untuk penanganan COVID tentu menuntut tanggungjawab yang besar pula. “Oleh karenanya aparat pengawas internal maupun APH melakukan pendampingan agar jangan ada keraguan dari penggunaan anggaran serta penyelewengan,” tegasnya.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPKP baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan Bansos dan Dana COVID-19. Syarifudin juga mewanti-wanti para Kepala Desa (Kades) dan pengguna anggaran agar setepat mungkin dalam merealisasikan dana Covid-19. “Pengawasan kita melekat, mulai dari pusat hingga daerah juga peran serta Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun media massa.
Sebaai informasi, dialog virtual atau podcast yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kabupaten OKI ini merupakan sarana informasi Pemerintah Kabupaten OKI melalui berbagai platform media sosial untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait isu terkini khususnya yang ada di Kabupaten OKI. Program penyebarluasan informasi melalui live podcast ini diberi tajuk Cerita Informasi Seputaran OKI atau Cindo.
“Program ini kami inisiasi sebagai ruang informasi antara pemerintah dan masyarakat melalui media sosial,” ungkap Kepala Diskominfo OKI, Alexander Bustomi. (rif)

















