YOGYAKARTA, fornews.co—Cuaca buruk melanda pesisir selatan Bantul Yogyakarta, akibatnya ratusan nelayan tradisional di sepanjang pantai selatan tidak melaut.
Di Pantai Depok, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ratusan nelayan perahu jukung tidak melaut sejak sepekan lalu akibat angin kencang.
Selain kecepatan angin dan gelombang tinggi, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat nelayan khawatir jika memaksakan melaut.
Akibat terjadinya kenaikan gelombang di pesisir selatan Bantul Yogyakarta, masyarakat diminta untuk mewaspadai gelombang tinggi antara 2 hingga 3,5 meter di samudera Hindia.

Kepala kelompok data informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono mengatakan, bulan Februari ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpotensi hujan lebat.
Munculnya tekanan udara di sekitar Australia membuat suhu permukaan laut menjadi hangat sehingga berdampak terhadap laut selatan DIY.
Hendri (42 tahun) nelayan warga Pundong Bantul Yogyakarta mengaku sedang paceklik karena cuaca laut memburuk.
“Ya disyukuri saja meski dapatnya ikan kecil,” ucapnya, Ahad.
Sekali melaut Hendri menghabiskan uang 30 ribu untuk biaya minyak mesin kapal jukungnya. Ia melaut bersama Hanggoro, pemilik kapal jukung.

“Sudah sepekan cuaca memburuk,” terang Hendri.
Sekantong kresek 3 kg ikan jenis petek hasil melaut dibandrol 30 ribu rupiah.
“Minimal bisa nutup pengeluaran,” pungkas Hendri.
Pertemuan angin yang berdampak terhadap pembentukan awan-awan hujan di Yogyakarta adalah akibat dari pola angin konvergensi. (Adam)
















