SEKAYU, fornews.co – Pemerintah Kabupaten Muba sangat konsen terhadap dunia pendidikan. Bupati Muba Dodi Reza terus berupaya untuk memenuhi sarana dan prasarana pendidikan agar lebih baik. Termasuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidiknya.
“Sarana dan prasarana secara bertahap kita penuhi di seluruh sekolah, selain itu tunjangan bagi tenaga pendidik dan peningkatan kualitas terus menerus dilakukan. Sehingga dengan tingkat kesejahteraan yang cukup, tinggal bagaimana tugas pendidik bisa mencetak generasi unggul di Kabupaten Muba,” kata Dodi Reza Alex pada Acara Pembinaan dan Evaluasi Program Kerja Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Muba di Aula SMA Negeri 2 Sekayu, Selasa (27/08).
Dodi mengaku selalu semangat ketika mendapat undangan dari para tenaga pendidik. Menurutnya, tenaga pendidik sudah jelas sangat berperan dalam membangun Kabupaten Muba dari sisi pendidikan.
“Beberapa poin ke depan terkait dengan program peningkatan kualitas pendidikan di Muba, mulai dari meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik seperti tunjangan bagi tenaga pendidik yang bertugas di daerah jauh, serta gaji layak bagi tenaga non PNS menjadi program prioritas. Kemudian pembangunan sarana dan prasarana bahkan Dana Alokasi Khusus yang naik sampai Rp109 miliar pada tahun anggaran 2020. Sungguh ini sangat luar biasa, akan kita gunakan untuk kegiatan belajar dan pemenuhan sarana prasarana, “ucapnya.
Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini juga mengatakan, bahwa Pemkab Muba akan menambah Biaya Operasional Sekolah (BOS), ini terobosan baru yang tidak semua Kabupaten/Kota punya kepedulian akan hal ini.
Semua dilakukan tidak lain agar bagaimana memudahkan tenaga pendidik dalam mengelolah sekolah dengan baik, hingga mencetak generasi unggul di Kabupaten Muba.
“Kalau tahun ini Muba bisa meluluskan 6 siswa-siswi dapat beasiswa di Sampoerna Univercity dan double degree kerja sama dengan Arizona Univercity, tahun depan harapan bisa dua kali lipat berasal dari Muba hasil didikan Bapak Ibu sekalian,” katanya.
“Saya akan mengeluarkan kebijakan yang jelas-jelas mengedepankan kepentingan pendidikan. Saya berpesan kepada para tenaga pendidik agar tetap semangat mendidik para calon generasi unggul di Muba, karena kalian adalah ujung tombak dalam membina dan mendidik anak-anak Muba, karena tanpa kita generasi penerus akan hilang arah,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba, Musni Wijaya mengatakan, kegiatan pembinaan dan evaluasi program kerja Kepala Sekolah SD dan SMP se Kabupaten ini diikuti oleh Kepala Sekolah tingkat SD sebanyak 450 orang dan Kepala Sekolah tingkat SMP berjumlah 155 orang.
“Pada tahun anggaran 2020 akan diberikan bantuan bagi tenaga pendidik yang bertugas di daerah sulit dijangkau. Untuk tenaga pendidik PNS sebesar Rp1 juta rupiah per bulan, dan non PNS Rp600 ribu per bulan. Alhamdullilah juga DAK di tahun anggaran 2020 meningkat sebesar Rp109 miliar, dengan rincian 71 paket fisik dan mutu sebanyak 24 kegiatan,” ungkap Musni.(bas)

















