
PALEMBANG, fornews.co-Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyampaikan, pemasok senjata api ke teroris jaringan Abu Faisal, yakni tersangka C (39) dan T (41), berhasil diringkus Densus 88 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (15/03).
Agung Budi mengungkapkan, sebelum dilakukan penangkapan dua tersangka, pihaknya telah cukup lama melakukan pengintaian bersama tim Densus 88. Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita barang bukti dua senjata api rakitan jenis revolver dan 25 butir amunisi berukuran 5 mm hingga 9 mm, yang rencanaya akan digunakan oleh jaringan Abu Faisal.
“Senjata itu didapat di daerah OKU, yang akan dikirim ke Jawa untuk jaringan Abu Faisal. Untuk tersangka lain, masih dalam pengejaran dan kita sudah mengantongi identitas mereka,” ungkapnya, Kamis (16/03).
Agung menerangkan, dari hasil pemeriksaan diketahui keduanya tersangka tersebut, masih ada keterkaitan peristiwa bom bunuh diri di Mapolres Surakarta pada Juli 2016 lalu. “itu hasil dari pengembangan pemeriksaan Densus 88 Anti Teror. Mereka penunjuk jalan untuk membeli senpi di OKU Selatan. Untuk peluru yang didapatkan masih kita kembangkan sumbernya dari mana,” terang mantan Kasatlantas Mabes Polri itu.
Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo menuturkan, bahwa memang pada 2016 lalu dua orang kaki tangan Abu Faisal, yakni Asep dan Bram yang mencari senjata di Kabupaten OKU Selatan, lebih dulu ditangkap Densus 88. Tersangka T dan C sendiri menjadi penunjuk lokasi tempat pembelian senjata ke OKU timur seharga Rp10 juta, setelah diminta oleh Asep dan Bram.
“Saat itu Abu Faisal menginap di hotel kawasan OKU Selatan. Kita juga sedang memburu para pembuat senjata api rakitan kepada jaringan Abu Faisal sebagai komandan lapangan,” tandasnya. (bay)
















