PALEMBANG, fornews.co – Menanggapi penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Mabes Polri beberapa waktu lalu, Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo), Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo menyatakan, akan membantu kepolisian, untuk mendata wilayah dan siaga di wilayah.
Menurut Kunto, penanganan soal teroris adalah ranah pihak kepolisian, sementara Korem 044 Gapo sebatas membantu dan memonitor. Pihaknya akan berupaya mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi. Apalagi menjelang sejumlah agenda besar di Sumsel, misalnya Asian Games, Pilkada maupun pemilihan presiden. Dikatakannya, momen-momen seperti itu bisa menjadi sasaran yang empuk oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Dikatakan tempat yang empuk, karena semua dengan kondisi-kondisi yang sibuk. Sibuk dengan programnya, sibuk mencari massanya, sibuk merekrutnya, sehingga daerah ini dijadikan tempat abu-abu untuk mengajak, membelokkan, mungkin juga menghasut,” ungkap Kunto usai sertijab Dandim 0403/OKU di Balai Prajurit Makorem 044/Gapo, Senin (11/12).
Lebih jauh dikatakan, untuk penataan daerah rawan teroris, pihaknya hanya mengsinkronkan saja. Seandainya suatu daerah rawan karena kealpaan suatu fungsi, maka itu tidak terlalu berat, hanya perlu pembinaan.
“Tapi kalau suatu daerah rawan sudah bersifat ancaman, maka itu sebetulnya sudah terintegrasi dari fungsi-fungsi intelejen yang sudah dilaksanakan oleh institusi- institusi lain. Bukan penindakannya, tetapi pendataan dari fungsi intelejen,” tandasnya. (bas)

















