PALEMBANG, fornews.co – Debat Kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel periode ke dua di Hotel Wyndham, Kamis (21/06) malam, ternoda dengan padamnya aliran listrik sebanyak dua kali.
Peristiwa lampu padam terjadi saat sesi tanya jawab antarpaslon. Lampu sorot padam pukul 20.50 WIB dan baru menyala kembali 20.55 WIB. Lampu sorot panggung padam, saat paslon nomor urut 1 bertanya ke paslon nomor urut 4. Namun belum sempat menyelesaikan pertanyaan, lampu sorot padam. Pihak broadcaster pun memutuskan untuk menayangkan iklan.
Karena listrik padam, maka sang moderator Tysa Novenny terpaksa mem-break pertanyaan tersebut. “Karena ada gangguan terhadap jenset, jadi pertanyaan paslon nomor urut 1 ke paslon nomor urut 4 di tahan dulu,” ujar Tysa, Kamis (21/06) malam.
Setelah break pertama sekitar 3 menit, listrik kembali menyala dan Tysa meminta Herman Deru melanjutkan pertanyaannya. Tapi, sesaat kemudian, listrik diruang debat kandidat tersebut kembali padam.
Nah, ketika listrik kembali pada untuk kedua kali itu, para pendukung dari ke empat paslon mulai bersuara. Namun, masih bisa dikendalikan moderator dan debat terus berjalan. “Nah ado sabotase apo ini? Madakke hotel sebesak ini pacak mati idup lampu,” ujar seorang tamu undangan di bagian belakang.
Saat lampu sorot padam, tampak kru broadcaster meminta bagian teknis hotel segera memperbaiki listrik yang bermasalah dan stand by di lokasi untuk mengantisipasi gangguan listrik.
Saat itu, Herman Deru melayangkan pertanyaan kepada Dodi Reza, tentang prestasi olahraga dari atlet Sumsel yang kurang bagus, padahal insfrastruktur olahraga di Sumsel lebih baik. Seperti prestasi PON Jabar yang anjlok. (ije/tul)

















