
PALEMBANG, fornews.co-Mahasiswa Palcomtech, Febrianto Akbar, (18), meng hembuskan nafas terakhir saat berada di jalur pendakian cadas Gunung Dempo, ketika berada dalam dekapan rekannya.
Korban Febrianto, sebenarnya akan dilantik secara resmi sebagai anggota Mapala Pajarpala di Puncak Merapi Dempo, bersama lima peserta lainnya, pada Minggu (26/02), setelah melalui menyelesaikan proses pendidikan dasar (Diksar). Namun, saat melakukan pendakian pada Sabtu (25/02) pagi, alam berkata lain. Rombongan Fajarpala yang terdiri dari 21 orang, harus berhadapan dengan cuaca ekstrim.
Ketua Umum Pajarpala Daniel Kukuh Pribadi menceritakan, awalnya mereka berangkat mendaki sekitar pukul 09.00WIB, Sabtu (25/02), yang saat itu kondisi cuaca terlihat cerah. Dalam perjalanan awal, sekitar pukul 10.30WIB, rombongan tiba di pintu rimba dan beristirahat sejenak.
“Kemudian kami berangkat lagi. Memang sudah hujan rintik-rintik dan kami mengenakan ponco (jas hujan). Sekitar jam 12.30WIB kami tiba di shelter 1 (mata air 1), sambi mengatur nafas dan istirahat, tapi hujan makin deras. Kami tetap melanjutkan perjalanan dan jam 14.30WIB sampai di dinding lemari. Saat itu hujan masih deras dan kabut mulai turun,” ujarnya.
Saat dihadapkan pada kondisi seperti itu, jelas Daniel, maka pihaknya memutuskan bagi anggota yang kuat dipersilahkan naik lebih dulu dan sisanya tetap jalan bersama-sama. Masuk pukul 16.00WIB, mereka makan-makanan ringan. “Begitu sampai cadas, kembali hujan deras dan ada angin badai. Masuk pukul 17.30WIB ada dua anggota kami yang kolep, salah satunya aku yang nangani. Tapi tetap bisa melanjutkan jalan. Kami juga sempat makan dengan bekal yang kami bawa,” jelasnya.
Namun, ungkap Daniel, pada saat di cadas mereka dihadapkan pada dua jalur menuju puncak. Mereka lalu mengambil jalur kanan, untuk menghindari angin. Walaupun jalur yang mereka lalui itu bukan jalur umum (jalur pendakian). “Dari situ kami siapkan tempat sementara, dua anggota lain meneruskan perjalanan ke puncak. Saya bertiga bersama korban di bawah, menyiapkan segalanya, karena korban sudah sangat tampak hipotermia. Sekitar jam 18.00WIB kami kasih pertolongan sesuai prosedur bagi yang terkena hipotermia, kami masukkan ke sleeping bag dan alumunium foil, untuk memberikan kehangatan, diusahakan dengan CPR. Sekitar jam 9an (21.00) saat dalam pelukan ryan, dia (korban) sudah tidak ada lagi,” ungkapnya, sambil tak kuat menahan tangis.
Mengetahui rekannya sudah tak bernyawa, Daniel meminta dua rekannya untuk turun ke Kampung 4 untuk meminta pertolongan. “Kawan-kawan yang turun jam 10 malam (Sabtu malam) dan tiba di Kampung 2 sekitar pukul 01.30WIB. Kondisi saat itu masih hujan deras, setelah menemui Ketua RT setempat, juga tak mungkin dilakukan evakuasi karena cuaca yang tak mengizinkan,” katanya.
“Minggu jam 10 pagi baru bisa bergerak, jam 1 siang ada tim resque 5 orang plus dari Fajarpala. Korban kami tandu dengan semampu kami, akhirnya di selter 2 bantuan tambahan datang dan sampai di kampung 4 jam 7an malam,” tukasnya.
Sementara, senior Mapala Hiawata Iwan Imron menuturkan, bahwa mereka mendapat informasi yang terlambat saat ada korban yang meninggal pada pendakian tersebut. “Kami baru mendapat kabar hari Minggu (26/02) siang, bahwa ada yang meninggal di cadas. Romobongan Fajarpala juga sudah turun dari gunung ke Kampung 4. Sayangnya, berita tersebut tidak tersebar,” tuturnya.
Setelah mendapat kabar tersebut, Iwan bersama rekan-rekan dari Forum Pecinta Alam (Forpa) Basemah menuju Kampung 4. “Dari apa yang dicerikan kawan-kawan Fajarpala, mereka sudah melakukan pertolongan untuk korban hipotermia dengan benar, mulai dari memasukkan ke sleeping bag, dan sebagainya. Memang kondisi cuaca di Dempo lagi ekstrim hujan terus menerus dan ada badai,” sambungnya.
Siang ini, tambah Iwan, setelah rekan-rekan Mapala Pajarpala sempat berkumpul dan beristirahat sejenak di Sekretariat Forpa Basemah Pagaralam, mereka melanjutkan perjalanan ke Palembang. “Kami sudah mendapat kabar, jenazah almarhum sudah tiba di Palembang tadi pagi dan siangnya dapat informasi lagi kalau jenazah sudah juga di kebumikan,” tutupnya.(tul)
















