PALEMBANG, fornews.co – Banyaknya hutan bakau di sekitar perairan Tanjung Sare, Banyuasin membuat pencarian 11 penumpang speedboat “Awet Muda” terhambat. Begitu juga tingginya gelombang ombak yang berbatasan dengan laut lepas membuat tim evakuasi kesulitan mendekat ke lokasi.
Wakil Kepala Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Brigadir Jendral Bimo Anggoro mengatakan, sejauh ini sudah 24 penumpang yang selamat dari speedboat nahas telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Sementara 11 korban masih dalam tahap pencarian.
“Tim gabungan masih standby di lokasi, ada beberapa kesulitan mencari korban, karena kanan kiri banyak pohon bakau, kemungkinan (korban) tersangkut di sana,” kata Bimo, dalam keterangan pers di ruang jenazah rumah Sakit Bhayangkara, Kamis (04/01).
Bimo menduga, insiden ini terjadi karena faktor cuaca, di mana serang speedboat tersebut tidak mengetahui cuaca laut ketika berlayar. Sehingga saat melintas di lokasi kejadian, ombak setinggi satu meter menghantam badan speedboat hingga pecah.
“ Memang ada beberapa alat keselamatan (di laut) seperti pelampung, tidak ada. Tapi ini murni karena faktor cuaca. Semestinya serang kapal memiliki nomor BMKG dan menanyakan cuaca ketika berlayar,” ujarnya.
Untuk meminimalisir kecelakaan laut seperti ini, Bimo menambahkan, ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan syahbandar dan pihak lainnya untuk memperketat pelayaran.
“Polair sudah punya rencana untuk mengumpulkan stakeholder agar semua pelayaran diperketat jika cuaca buruk. Sekarang memang kondisi laut ombak sedang tinggi,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel, Komisaris Besar Slamet Widodo menambahkan, speedboat tersebut mampu mengangkut 80 penumpang. Sementara ketika kejadian ada 55 penumpang yang dibawa.
Menurut dia, penyebabnya diduga karena kekurangan alat keselamatan seperti pelampung. “Banyak korban yang selamat memakai dirigen. Kalau uji kelayakan, speed tersebut masih layak jalan, sehingga para penumpang mendapat santunan 50 juta dari jasaraharja,” tandasnya. (bas)

















