BATURAJA, fornews.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), memastikan jika penyakit yang menimpa Nabila (19) dan Pika (9), bukan diakibatkan oleh TBC kulit, melainkan karena kelainan genetik.
Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Masyarakat OKU, Deddy Wijaya bahkan mengkalim, jika Dinkes sudah menangani Nabila sejak bayi tahun 2000, begitu juga dengan adiknya (Vika). Nabila dan Pika sudah pernah dirujuk ke RSMH Palembang.
“Di RSMH, dokter mendiagnosa kakak beradik ini memiliki kelainan genetik pada kulit, bahkan kerusakan kromosom 9 dan penyakit menetap,” kata Deddy.
Ia menjelaskan, sedikitnya ada 22 kromosom yang terbentuk saat bayi masih di dalam kandungan dengan usia 1-2 bulan. Oleh karena itu, ibu yang mengandung pada usia tersebut harus ekstra hati-hati terhadap janinnya. Apa yang terjadi jika terjadi kerusakan kromosom 9? Siapa saja yang kromosom 9 nya rusak, akan mengalami cacat ekstrim pada kulit.
“Kulit tidak bisa terkena sinar matahari, sedangkan tubuh tidak bisa memproses Hemoglobin (HB). Kalau yang bersangkutan terkena sinar matahari kulit bakal melepuh dan tidak bisa beregenerasi,” katanya.

Kemudian, Deddy menegaskan jika selama perawatan dari rumah, pihak Dinkes terus menyuplai obat-obatan, seperti antibiotik, ctm dan vitamin yang disalurkan melalui puskesmas setempat. “Sudah kami suplai terus obat-obatan untuk dua beradik ini dari awal hingga saat ini,” tegasnya.
Saat ini Dinkes sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk merujuk kedua kakak beradik ini ke RSUD Ibnu Sutowo, untuk penanganan lebih lanjut, mengingat kondisi kedua kakak beradik ini sudah kronis.
“Saat ini keduanya sudah dalam perawatan dokter RSUD Ibnu Sutowo,” pungkasnya. (gus)

















