PALEMBANG, fornews.co – PSGC Ciamis kembali menelan kekalahan pada pertandingan pekan 14 Liga 2 2019 wilayah barat. Menjamu Sriwijaya FC di Stadion Galuh, Ciamis, Rabu (04/09) sore, Laskar Singa Cala menyerah 0-1.
Bermain sebagai tuan rumah, sebenarnya PSGC mampu mendominasi permainan. Bahkan di sepanjang babak I, Sriwijaya dipaksa bertahan total. Lelah berupaya membongkar pertahanan Laskar Wong Kito membuat konsentrasi Joko Sasongko dkk mengendur di ujung pertandingan. Hal itu mampu dimanfaatkan Sriwijaya dengan baik.
Melalui situasi set piece di menit 45+1, Ahmad Ihwan menjebol gawang PSGC yang dikawal Sukasto Effendi. Ihwan meneruskan bola umpan tendangan bebas Zulkifli Syukur di sisi kiri pertahanan PSGC dengan kepalanya.
Di babak kedua, PSGC yang tertinggal cenderung bermain keras. Namun beberapa peluang yang didapat tak kunjung menjebol gawang Galih Sudaryono.
Pelatih PSGC Ciamis Andri Wijaya usai pertandingan mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya. Andri juga senang tidak ada pemainnya yang cedera di pertandingan tadi.
“Saya mengapresiasi perjuangan pemain. Alhamdulillah mereka bisa selamat sampai akhir pertandingan meski hasilnya mengecewakan,” kata Andri pada post match press conference di Stadion Galuh, Ciamis, Rabu (04/09) sore.
Meski menerima kekalahan atas Sriwijaya, namun Andri mengkritisi kinerja wasit Heru Cahyono asal DKI Jakarta. Sebab menurutnya, berbagai macam peluang yang sebetulnya menguntungkan PSGC gagal dikonversi atau dieksekusi karena keputusan wasit yang tidak bijaksana.
“Contohnya ada beberapa macam (insiden) yang harusnya penalti bagi tim kami tapi tidak diberikan. Saya hitung ada dua sampai tiga kali (insiden) pada pertandingan sore ini,” katanya.
“Beberapa insiden yang kami lewati di lapangan, kami sikapi dengan sportif. Sepak bola sebagai suatu proses ada menang ada kalah, disini kami sikapi dengan jiwa kesatria. Apapun yang terjadi di lapangan itu suatu proses. Mudah-mudahan jadi pelajaran bagi tim kami supaya lebih baik kedepan,” imbuhnya.
Terbenam di dasar klasemen tak membuat Andri putus asa. Dia pun optimis masih bisa membawa tim ini bertahan di Liga 2.
“Apapun yang terjadi kita tetap berharap yang terbaik untuk tim ini. Kami akan berusaha sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan,” tukasnya. (ije)
















