PALEMBANG, fornews.co – Panti tempat penampungan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terjaring saat pengamanan jelang Asian Games 2018, over load.
“Kami sekarang ini kebingungan, mau dikemanakan mereka ini. Kondisi panti tempat mereka ditampung sekarang ini sudah over load,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Rosyidin Hasan, Senin (24/9).
Selain itu, lanjut Rosyidin, pihaknya juga harus mencari dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar (makan) ODMK dan ODGJ yang jumlahnya melampaui dari anggaran.
Pemprov Sumsel sendiri menganggarkan dana untuk 200 orang, namun yang terjaring saat ini mencapai 250 orang.
“Dana yang dianggarkan Pemprov untuk ODMK dan ODGJ yang ada di panti Palembang dan panti di Indralaya (OI), satu orang per hari itu sebesar Rp18 ribu, itu hanya untuk 200 orang, sedangkan saat ini mencapai 250 orang,” ujarnya.
Rosyidin sendiri enggan membeberkan besaran dana yang mereka pinjam. Namun dikatakannya, dengan kondisi seperti ini mereka menyetop terlebih dahulu penjaringan ODMK dan ODGJ.
“Kalau kita sekarang angkut terus, kemudian mereka di buang ke mana. Mereka tidak ada alamat, kadang-kadang mereka masih keponakan saja tidak mau ngakui apalagi ODGJ itu, jadi kami juga bingung,” tandasnya.(bas)

















