PALEMBANG, fornews.co – Pemkot Palembang akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Sei Selayur. Hal ini sebagai upaya mengatasi masalah pencemaran air baik di anak sungai maupun Sungai Musi yang semakin parah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Akhmad Bastari Yusak mengatakan, untuk saat ini proses pembangunan IPAL memasuki tahap pra-kualifikasi. Sejauh ini 67 perusahaan yang berasal dari enam negara seperti Indonesia, Malaysia, Jepang, Australia, Amerika dan India telah mengajukan penawaran. Dengan melakukan International Competitive Bidding (ICB) baru ada satu kontraktor dari Australia yang memenuhi syarat dan akan menghibahkan dana sebesar Rp425 miliar.
“Mudah-mudahan ada list yang lolos kualifikasi, dan kita minta persetujuan dari Australia. Setelah itu kita lanjutkan dengan tender. Tapi tender juga ternyata ada redesign rencana berkaitan dengan baku mutu IPAL dan itu memerlukan waktu dua bulan. Redesign dan dana dari Australia juga akan didiskusikan dari Kementerian PU dan Pemkot agar bisa disepakati bersama,” katanya.
Menurut Bastari, pembangunan IPAL di Sei Selayur sepanjang 8 kilometer dengan pipa induk dari Jalan Sudirman, Ali Gatmir, Yos Sudarso, RE Martadinatas, Mayor Zen sampai ke Sei Selayur berkapasitas 22.000 sambungan rumah tangga ini diharapkan selesai di awal tahun 2021.
“IPAL Kota Palembang ini akan menjadi yang terbesar dengan 22 ribu sambungan rumah di wilayah Palembang Timur. Idealnya harus ada lagi di Palembang Barat, tapi memang biayanya besar sekali. Nantinya semua limbah domestik, septic tank, limbah rumah makan tidak mengalir ke sungai tapi semuanya diolah di IPAL, sehingga anak sungai dan Sungai Musi khususnya terbebas dari pencemaran limbah domestik,” papar Bastari.
Setelah IPAL selesai dibangun dan dioperasikan, lanjut Bastari, barulah akan disosialisasikan mengenai tarif yang dikenakan kepada masyarakat.
“Nanti akan ada pembagian kawasan bisnis dan kawasan rumah tangga. Mengenai masalah tarif sambungan nanti akan disosialisasikan dan dikelola oleh PDAM Tirta Musi. Nanti akan disusun Perda dan Perwali-nya,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Australia yang akan bekerjasama dengan Pemkot Palembang, Director KIAT Steven Chaytor mengatakan, proyek IPAL Kota Palembang telah terencana sangat bagus. Ia berharap, pembangunan serta pengoperasian IPAL tersebut dapat berjalan sukses.
“Hari ini kita lakukan evaluasi tentang pelaksanaan proyek IPAL, serta upaya menyiapkan sumber daya manusia Palembang untuk pengoperasiannya. Hasil rapat ini akan saya laporkan ke Kedutaan Australia, sebelum nantinya mereka meninjau langsung pelaksanaan proyek ini,” tukasnya. (irs)
WNA Tiongkok Penyelundup Satwa di Bandara Soetta Siap Disidangkan
JAKARTA, fornews.co -- Kasus penyelundupan satwa ilegal melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta memasuki fase penuntutan bentuk ketegasan negara dalam melindungi kekayaan...
Read more
















