
BATURAJA-Bulog Subdivre III Ogan Komering Ulu (OKU), memastikan pihaknya siap mendorong program peningkatan swasembada beras (lumbung pangan) yang ditargetkan pemerintah daerah.
Kepala Bulog Subdivre III OKU, Junaidi, kemarin mengatakan, pihaknya sangat mendukung kebijakan Bupati OKU, yang menargetkan daerah ini untuk menjadi kawasan lumbung pangan kembali. Menurut dia, meskipun realisasi target tersebut belum dapat dipastikan, namun pihaknya tetap akan berupaya untuk menyerap semua beras yang dihasilkan oleh pertanian sawah di Kabupaten OKU.
“Kami memang mendengar saat ini Pemkan OKU, tengah mengejar upaya swasembada pangan (beras). Tentunya kami bulog akan sangat siap mendukung, baik dari sisi penyerapan maupun hal lainnya,” ujarnya.
Dikatakannya, sejauh ini serapan beras dari Kabupaten OKU, memang masih terbilang rendah. Sayangnya Junaidi sendiri mengaku, belum mengetahui nilai jumlah serapan hasil panen padi oleh petani di Bumi Sebimbing Sekundang, yang telah terserap saat ini. “Soalnya saya masih baru jadi nggak hafal,” akunya. Masih kata dia, pihaknya sekarang menunggu hasil dari panen padi yang sudah ditanam petani untuk tahapan panen padi reguler kedua.
Sementara itu, dari sumber data BPS Kabupaten OKU, produktivitas padi di daerah ini sangat rendah. Dari tabel hasil luas panen, produktivitas dan produksi padi terhitung sejak 2011 hingga 2015 menyebutkan, yakni 2011 luas panen padi sebesar 14.054 hektare (ha) dengan produktifitas sebesar 33,85 kwintal/ha dan hasil produksi padi sebesar 47.578 gabah kering giling (GKG)/ton. Sementara tahun 2012 luas panen padi sebesar 16.424 hektar dengan produktifitas sebesar 31,34 kwintal/hektar dan hasil produksi padi sebesar 51.480 gabah kering giling (GKG)/ton.
Kemudian tahun 2013 luas panen padi sebesar 15.339 ha dengan produktifitas sebesar 36,10 kwintal/ha dan hasil produksi padi sebesar 55.372 gabah kering giling (GKG)/ton. Tahun 2014 luas panen padi sebesar 14.509 ha dengan produktifitas sebesar 42,40 kwintal/ha dan hasil produksi padi sebesar 61.524 gabah kering giling (GKG)/ton. Sedangkan tahun 2015 luas panen padi sebesar 13.496 ha dengan produktifitas sebesar 40,84 kwintal/ha serta hasil produksi padi sebesar 54.496 gabah kering giling (GKG)/ton.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura OKU, Syarif Hasan megatakan, daerah ini sedang gencarnya membangun sektor pertanian, dengan mencetak ribuan sawah baru. “Lokasinya di pusatkan di Kecamatan KPR, karena potensinya cukup memadai, hampir 6.000 ha lahan tersebut bisa diolah untuk persawahan, yang nantinya akan menjadikan daerah ini menjadi lumbung padi seperti dulu lagi,” katanya.
Lebih jauh dikatakaan Syarif Hasan, di Bumi Sebimbing Sekundang ini, memiliki 16.000 ha lahan untuk tanam padi. Baik itu padi sawah maupun darat. Pihaknya menargetkan dari jumlah tersebut bisa memproduksi 62.000 ton gabah. Lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang menghasilkan 45.000 ton gabah. “Kami berharap bisa mencapai target tersebut. Awal Oktober ini biasanya sudah mulai masuk musim tanam,” tukasnya. (ibr)

















